Sepuluh Bidan Desa di Lombok Tengah Diberikan Motor

oleh -1433 Dilihat
foto/istimewa Kepala Dinas Kesehatan Loteng, H. Suardi didampingi Bupati Loteng HL. Pathul Bahri saat menyerahkan kunci motor untuk bidan desa.

LOMBOK TENGAH – Petugas bidan desa Lombok Tengah menerima sepeda motor diberikan Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah, Selasa (26/7). Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri dan Kadikes yang menyerahkan langsung.

Kepala Dikes Loteng, H Suardi mengatakan bantuan motor operasional dinas sebanyak 10 unit. Artinya, ada sebanyak 10 orang bidan yang mendapat fasilitas motor dinas untuk mendukung mobilitas tugas di masing-masing wilayah kerja. “Bidan saja yang dapat,” tuturnya.

Sejumlah bidan desa yang mendapatkan bantuan kendaraan dinas bertugas dibeberapa polindes wilayah puskesmas. Yaitu bidan desa yang bertugas di wilayah Puskesmas Kopang dan Wajageseng di Kecamatan Kopang. Puskesmas Praya di Kecamatan Praya. Puskemas Batu Jangkih, dan Serage di Kecamatan Praya Barat Daya. Puskesmas Tumpak dan Teruwai di Kecamatan Pujut. Puskesmas Janapria dan Langko di Kecamatan Janapria. Dan di Puskesmas Mangkung di Kecamatan Praya Barat.

Baca Juga  Dewan Rancang Perda Pengelolaan Sampah jadi Sumber PAD

Terkait bantuan kendaraan dinas yang hanya diberikan kepada 10 orang bidan desa. Suardi menjelaskan, disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang cukup terbatas. Yang dimana untuk pengadaan kendaraan dinas bidan desa tersebut menggunakan sumber anggaran dari dana alokasi khusus (DAK).

“Cuman itu yang ada anggarannya. Itu dari pusat (DAK),” bebernya.

Pemberian kendaraan operasional dinas itu sebagai bentuk apresiasi karena para bidan berjuang keras dalam mengendalikan penyakit di masyarakat. Dengan adanya kendaraan tersebut, para bidan desa diharapakan bisa lebih bersemangat serta cepat dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat dan giat dalam mengatasi persoalan kesehatan di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Harga Beras Meroket, KAMMI Mataram Sebut Menjadi Sejarah

 

“Harapan kita supaya dia memperbaiki, meningkatkan kualitas pelayanan. Terutama di daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah yang sulit akses mobil sehingga motor bisa dipakai untuk pelayanan terhadap ibu hamil, ibu melahirkan, kunjungan bayi-balita,” harapnya.

 

Menurutnya, bidan desa merupakan bagian dari ujung tombak di lapangan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Mereka juga memiliki tugas lain seperti menekan angka kematian bayi dan ibu, serta stunting. Oleh karena itu, bidan desa memiliki mobilitas tinggi untuk pendataan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga  Heboh, Warga Temukan Bayi Perempuan di Muncan

Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri mengatakan pemberian bantuan kendaraan operasional dinas kepada sejumlah bidan tujuannya dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini salah satu upaya pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Pemkab Loteng terus berupaya keras meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Serta menggiatkan pencegahan berbagai masalah kesehatan. Seperti penanggulangan stunting, kekurangan gizi kronis dan lain sebagainya.

Dikatakan, pemberian bantuan kendaraan operasional dinas kepada bidan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, bantuan tersebut diprioritaskan bagi bidan desa yang bertugas di daerah perbatasan atau daerah-daerah yang terbilang susah diakses.

“Kami akan upayakan secara bertahap,” katanya.(as)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.