Mahasiswa Tagih Janji Pemkab Lombok Tengah, Hasilnya Mengecewakan

oleh -894 Dilihat

LOMBOK TENGAH – Sejumlah mahasiswa asal Lombok Tengah menyampaikan rasa kekecewaannya atas sikap Pemkab Lombok Tengah. Termasuk DPRD setempat. Pasalnya, sejak lama pemkab berjanji akan memperbaiki Asrama Pelajar dan Mahasiswa Tastura di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Tapi tak kunjung dilakukan. Termasuk tahun 2022 ini pemkab tidak lagi buat janji.

Koordinator lapangan, Radian Hasan mengaku tidak habis pikir dengan pernyataan pemkab melalui BPKAD bahkan dewan. “Beliau-beliau semua prihatin dan mengatakan asrama itu sudah tidak layak huni. Tapi tahun 2021 mereka sudah janji akan direhab dan disiapkan anggaran berdasarkan kesepakatan hearing tahun 2021, tapi hari ini belum ada kejelasan,” tegasnya usai hearing, Selasa kemarin.

Baca Juga  Touring dan Ziarah Makam ‘Berkedok’ Politik, Sekda : Insyaallah Tidak Ada

Radian menegaskan, dirinya lebih mencengangkan ketika mendengarkan penyampaian Kabid Aset BPKAD tidak berani janji untuk penganggaran rehab gedung asrama tahun 2023.

“Sikap pesimis dari Pemkab Loteng menurut kami merupakan salah satu bentuk ketidak pedulian pemerintah kepada mahasiswa. Sudah berjanji saja malah diingkari,” sebutnya dengan nada kesal.

Baca Juga  Berkas Kasus Pembunuhan Berencana di Lantan Dilimpahkan ke Jaksa

“Pemkab sampaikan tidak mampu dengan dalih devisit anggaran,” sambungnya.

 

Ditambahkan koordinator lapangan berikutnya, Jodi Setiawan mengaku menerima jawaban yang pesimis dari Pemkab Loteng. Untuk itu, dia berjanji akan kembali datang hearing ke kantor dewan membahas soal ini.

“Kami harus siap diterima lagi nanti,” katanya.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Legewarman yang menerima mereka mengaku sangat prihatin dengan kondisi asrama mahasiswa di Mataram. Menurutnya sudah tidak layak huni.

Baca Juga  Dewan Dukung Pembangunan Mall dan Hotel Berbintang di Kota Praya

“Kami DPRD bersama BPKAD 2021 ketika hearing pertama pernah berjanji untuk menganggarkan bahkan sudah membahas dengan bagian aset BPKAD, tapi ada refocusing anggaran makanya belum terealisasi,” ungkap Lege.

 

Senada dikatakan Kabid Aset BPKAD Lombok Tengah, Heny Yuliana Edy Riung. “Sampai 2023 rehab saja Pemkab belum siap, apalagi membangun ulang,” tegasnya.(ais)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.