Pasien yang Sempat Ditolak RSUD Praya, Melahirkan di Klinik Bumi Bunda

oleh -1494 Dilihat
ilustrasi

LOMBOK – Akhirnya pasien yang diduga ditolak oknum petugas RSUD Praya Sabtu pagi tadi melahirkan di Klinik Bumi Bunda, sekitar pukul 14.00 Wita. Jenis kelamin bayinya laki-laki.

“Operasi sudah selesai barusan,” kata paman pasien, Habibul Adnan saat memberikan kabar ke jurnalis Koranlombok.id, pukul 14.45 wita.

Sementara berat badan tidak diketahui, pasalnya pihak keluarga di Klinik Bumi Bunda hanya mengabarkan anak keduanya sudah lahir dengan selamat.

 

Sebelumnya, oknum petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya diduga menolak seorang wanita dalam kondisi hamil besar asal Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Sabtu pagi tadi. Wanita itu, Nurbakiah yang datang ke rumah sakit bersama suami Tahar dan keluarga. Nurbakiah diketahui peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga  500 Guru Ngaji di Loteng Keciprat Insentif 100 Ribu

Adapun kronologis kejadian, Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 Wita Tahar membawa istrinya ke Puskesmas Batujangkih. Di sana, ia meminta surat rujukan bisa ke RSUD Praya. Sampai di RSUD Praya sekitar pukul 10.45 wita, petugas di rumah sakit mengaku jika pelayanan tutup. Namun ia tidak mengetahui pasti apakah pelayanan tutup untuk peserta BPJS Kesehatan atau memang pelayanan tutup semua.

Selain itu pihak RSUD juga menyarankan untuk bisa kembali ke rumah sakit Hari Senin. Sementara kalau melihat kondisi keponakan ini, air ketuban sudah berkurang dan sesuai jadwal tanggal 6 Desember ini dilakukan persalinan.

Baca Juga  20 Persen Jalan Belum Mantab, Begini Respons Ketua Dewan Loteng

“Karena ada keluarga yang paham soal ini, diarahkan ke Klinik Bumi Bunda. Sekarang sudah diinfus di klinik,” bebernya.

Bahkan informasi yang dia terima via telpon tadi, kemungkinan akan dilakukan operasi mala mini atau besok.

“Kenapa pihak RSUD tidak ambil tindakan seperti di klinik ini, apa gara-gara ponakan saya ini pasien BPJS ya?” tanyanya.

“Kami atas nama keluarga menyayangkan sekali ya. Kalau di klinik memang tidak pakai BPJS,” sambung dia.

Baca Juga  Dewan Lobar Bongkar Banyak Pengembang Tak Kantongi Izin

 

Terpisah, Kabid Keperawatan RSUD Praya, HL. Erpan yang dikonfirmasi membantah menolak pasien BPJS Kesehatan dalam kondisi hamil besar. Dia menegaskan, itu merupakan pasien rujukan.

“Jadi belum ada tanda-tanda melahirkan. Makanya diminta balik Hari Senin,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id via ponsel, Sabtu siang.

Dari hasil pemeriksaan petugas di RSUD Praya, Erpan mengaku kondisi pasien air ketuban belum pecah, darah belum ada keluar. “Intinya belum ada tanda-tanda akan melahirkan,” jelasnya tegas.(ken/nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.