Warga Tolak Pembangunan Kereta Gantung, Ini Alasannya

oleh -898 Dilihat
Foto istimewa koranlombok.id Warga Desa Karang Sidemen saat melakukan aksi di jalan raya Sintung, Sabtu (18/12).

LOMBOK – Sejumlah warga di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah melakukan aksi penolakan proyek pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani, Sabtu (17/12) kemarin. Warga melakukan aksi dengan membakar ban bekas menanam pohon pisang di jalan rusak wilayah Sintung.

Pascamelakukan aksi, dijadwalkan Minggu (hari ini) merupakan pelatakan batu pertama pembangunan kereta gantung. Warga berencana akan tetap melanjutkan aksi dan mengarahkan rombongan melintas di jalan rusak.

Baca Juga  Waspada Pohon Tumbang dan Abrasi di Kota Mataram

Koordinator aksi Dani Nopal mengatakan persoalan jalan sintung tersebut sudah terjadi hampir puluhan tahun dan tidak ada kepastian kapan akan diperbaiki pemerintah.

“Kita minta kepada pemerintah terkait untuk memperhatikan juga akses jalan sintung,” terang Dani saat dihubungi jurnalis koranlombok.id, Sabtu sore (18/12).

Baca Juga  Rifqi Ramadhan, Karyawan Swasta yang Sukses jadi Konten Kreator Sepakbola Lewat Opinibolaid

Dani mengatakan ditengah rencana pembangunan proyek besar kereta gantung, pemerintah harus memperhatikan persoalan lama terkait pembangunan jalan sintung, dimana 75 persen warga membutuhkan perbaikan jalan.

“Sudah lama sekali masyarakat menginisiasi persoalan ini ke DPRD dan bupati, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Setiap pemilu persoalan jalan sintung selalu jadi janji politik mereka,” bebernya.

Baca Juga  Tiga Warga Lombok Tengah Tewas Terlindas Truck, Satu Seorang Anak

 

Dani menegaskan, warga Karang Sidemen juga merasakan khawatir dari rencana pembangunan kereta gantung. Pasalnya, masyarakat sekitar bergantung dari hasil hutan dalam mencari mata pencaharian.

“Soal dampak kami apresiasi karena akan membuka lapangan pekerjaan,’’ katanya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.