Penolakan Kereta Gantung Bermunculan, Statement Gubernur Dipertanyakan

oleh -2347 Dilihat
FOTO ARIF JURNALIS KORANLOMBOK.ID Massa kampanye dari Aliansi Rinjani Bergerak melangsungkan aksi damai di depan gedung kantor DPRD NTB, Minggu pagi (8/1/2023).

LOMBOK – Penolakan pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani terus bermunculan di NTB. Kali ini datang dari puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Rinjani Bergerak, mereka melakukan aksi kampanye penolakan kereta gantung di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), pada momen CFD Udayana Kota Mataram, Minggu pagi (8/2/2023).

Koordinator kampanye penolakan kereta gantung Rian Saputra mengatakan, stop eksploitasi hutan Gunung Rinjani.

“Tuntutan kita cuman satu stop eksploitasi rinjani, dan sikap kami di aliansi menolak pembangunan kereta gantung,” tegas Rian kepada jurnalis Koranlombok.id.

Baca Juga  Bayi Menyerupai Kaki Enam Ditangani Delapan Dokter Spesialis

 

Massa aksi kampanye penolakan terhadap pembangunan kereta gantung ini menyayangkan sikap pemerintah NTB yang terkesan tergesa-gesa dalam pembangunan. Pemerintah dinilai mengesampingkan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Ini yang kami sayangkan. Padahal fungsi AMDAL ini sangat penting dalam segi pembangunan skala besar,” tegasnya.

Disebutkannya, dengan belum adanya AMDAL mereka pun meragukan beberapa statement yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Apalagi pernah disampaikan langsung orang nomor satu di NTB Gubernur Zulkifliemansyah. Gubernur pernah menyampaikan, pembangunan kereta gantung tidak akan merusak lingkungan. Mereka kemudian mempertanyakan tentang keilmiahhan stetment itu terkait pembangunan mega proyek ini.

Baca Juga  Anggaran Porprov NTB Masih Ada Kekurangan 3,5 Miliar

“Bagaimana mana mungkin bahwa pembangunan kereta gantung ini tidak akan merusak lingkungan, sedangkan analisis pembangunannya saja belum jadi,” katanya.

 

Rian berharap agar pembangunan itu tidak terjadi, dari hasil kajian yang mereka lakukan dengan adanya pembangunan itu akan memberikan dampak pada lingkungan yang besar. Dari pembangunan ini, dikhawatirkan akan memberikan efek terhadap sumber mata air dan ekosistem lainya yang ada di hutan Gunung Rinjani.

Baca Juga  Double Job, Kades Mertak Mintak Kadus Awang Kebun Memilih

“Harapan kami pembangunan kereta gantung ini tidak terjadi,” harapnya.(rif)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.