Tim Maiq-Meres Mulai Khawatir, Hasan Masad: Penamaan Jembatan 459 Tidak Tepat

oleh -1022 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Salah satu APK milik pasangan Maiq - Meres Pathul - Nursiah Pilkada Lombok Tengah tahun lalu.

LOMBOK – Penamaan dua jembatan baru di Kabupaten Lombok Tengah menuai sorotan dari tim pemenangan Maiq – Meres. Apalagi dengan muncul simbol 459 yang dikenal sebagai nomor identitas Bupati HL. Pathul Bahri. Diantaranya, jembatan Lantan 459 yang diresmikan Jumat (13/12023) dan jembatan Pemoles yang diberikan nama jembatan ikhtiar bersama 459 Pemoles bakal diresmikan, Minggu pagi (15/1/2023).

“Saya coba berdiri dikeduannya (Pathul-Nursiah) walupun agak sulit. Kalau boleh nama ini dipikirkan, lebih baik penamaan lokal digunakan,” tegas Ketua Tim Pemenangan Maiq-Meres, Hasan Masad kepada jurnalis Koranlombok.id, Sabtu (14/1/2023).

Baca Juga  The implementation of restrictions on community activities is lifted, the pandemic status is still vali

Menurut Hasan Masad, penamaan jembatan Lantan dan Pemoles cukup dengan nama jembatan penghubung Lantan atau jembatan penghubung Pemoles. Tujuannya, untuk memperkental suasana dan rasa memiliki masyarakat setempat. Entah itu jembatan dibangun oleh pemerintah kabupaten atau pemerintah provinsi.

“Kalau di internal adem-adem saja, relawan Maiq Meres diam. Cuma khawatir saya dari sikap diam mereka justru melakukan konsolidasi diam-diam. Intinya sekali lagi tidak lagi gunakan simbol yang tidak produktif, jangan menyampingkan kewajiban pemerintah,” katanya tegas.

Baca Juga  Bupati Lombok Tengah Minta Maaf di Hadapan Inaq Panji

 

Dijelaskan Hasan Masad, ini kewajiban pemerintah membangun jalan dan jembatan, jangan kemudian simbol muncul untuk kepentingan identitas politik dan non politik. Harusnya, pembangunan dilakukan dengan rasa memiliki bersama karena ini fasilitas public.

“Menurut saya simbol itu tidak tepat dan tidak usah lah, ini kewajiban pemerintah dan hak masyarakat. Lapangan, jembatan harusnya penamaan menggunakan identitas lokal di situ,” jelasnya.

Baca Juga  Pelaku Belum Ditangkap, Warga Segala Anyar Blokir Jalan Bypass Mandalika

 

Apa tanggapan Wakil Bupati Lombok Tengah, HM. Nursiah soal ini? Hasan Masad mengaku tidak pernah ada komunikasi apapun, apalagi menanggapi.

“Saya tetap berkomunikasi dengan Bupati dan Wabup,” ungkapnya.

Apa dengan munculnya simbol yang terus digaungkan ini sinyal perpecahan Maiq – Meres Pilkada 2024? Hasan Masad menegaskan, tidak ada perpecahan. “Nanti kita lihat perkembangannya,” jawab aktivis senior NTB ini.(ken)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.