Dewan Sidik Melihat Perlu Adanya Reformasi Total

oleh -695 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seorang guru di SDN Sintung Barat di Desa Karang Sidemen saat mengajar siswa di dalam gedung yang kondisi memprihatinkan, Rabu (8/2/2023).

 

LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah Daerah Pilih Batukliang Utara – Batukliang mengaku miris mendengar begitu banyak gedung sekolah roboh. Terbaru itu muncul lagi di wilayahnya, SDN Sintung Barat di Desa Karang Sidemen.

Sidik juga menyayangkan lambannya sikap Dinas Pendidikan Lombok Tengah. Untuk itu, politisi PKS ini melihat perlu adanya reformasi total dari Dinas Pendidikan terkait dalam merencanakan pembangunan fasilitas pendidikan agar tidak kalah dengan infrastruktur lain.

“Intinya Dinas Pendidikan harus benar-benar melakukan reformasi total, harus berbenah dan merencanakan dengan baik,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis (9/2/2023).

Baca Juga  Miris! 30 Tahun Warga Desa Montong Sapah Lalui Jalan Rusak

Disebutaknnya, banyaknya gedung sekolah yang rusak bahkan ambruk, harusnya dinas segera direspons. Soalnya ini menyangkut masa depan anak-anak penerus bangsa dan kenyamanan para guru mengajar. Sidik yakin, banyak gedung ini kondisi buruk sejak lama. Karena tidak mungkin bermunculan berita gedung sekolah rusak dan ambruk.

“Pasti sudah bertahun tahun tidak direspons,” yakinnya.

“Bagaimana kita akan bisa memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang bagus sementara tempat belajar mereka tidak layak dan selalu dihantui rasa takut, pemerintah daerah harus lebih proaktif untuk memperhatikan detail terhadap bangunan-bangunan sekolah, agar tidak ada yang ambruk lagi,” pungkasnya.

Baca Juga  Atap SDN Tuban Roboh, Dewan Minta Komitmen Pemkab Loteng

 

 

 

 

Sementara, atap ruang guru di SDN Repok Sintung Barat  ambruk. Hal ini disampaikan Kepala SDN Repok Sintung, I Gusti Made Budiarti.

Katanya, sejak tahun 2019 dirinya menjadi kepala sekolah kondisi sudah seperti ini akibat dari gempa. Kami sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan beberapa kali tapi sampai saat ini belum ada tanggapan.

Dijelaskannya, kondisi yang mengkhawatirkan tersebut pihak sekolah terpaksa memindahkan siswa  kelas 6 yang berada di sebelah ruang guru dan kelas  4 bahkan 2 ke gedung SMPN Repok Sintung yang berada satu atap dengan SD tersebut. “Sementara kelas 5 tetap berada di bangunan utama. Untuk kelas 3 terpaksa kita tempatkan di eks rumah penjaga sekolah yang juga dalam kondisi rusak,” ceritanya.

Baca Juga  Siswi MAN 1 Loteng Dibully Guru Sampai Nangis, Sekarang Ingin Berhenti Sekolah

Budiarti mengungkapkan, akibat kondisi ini jumlah siswa berangsur berkurang. Dari 100 orang siswa lalu menurun menjadi 90 orang dan kini hanya 81 orang siswa.

“Ya mungkin wali murid khawatir juga,” katanya.

“Kalau boleh jujur kami juga di sini tidak punya MCK, UKS, dan ruang Perpustakaan,” sambungnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.