Rencana Kenaikan Biaya Haji, Belum Ada Masyarakat Tarik Uangnya

oleh -622 Dilihat
FOTO ARIF JURNALIS KORANLOMBOK.ID H. Zamroni Azis

LOMBOK – Rencana kenaikan biaya haji tahun 2023, sampai dengan saat ini belum ada masyarakat yang menarik dana haji mereka.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, H. Zamroni Aziz juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi terkait dengan kabar rencana naiknya tarif ibadah haji.

“Yang jelas pemerintah ingin pelayanannya maksimal, oleh sebab itu sambil menunggu kami yakin haji itu panggilan yang kuasa dan bagi yang mampu pasti ada jalan,” katanya di Lombok Tengah, Rabu (15/2/2023).

Sejauh ini pihak keluarga yang menarik biaya haji bagi calon jamaah haji yang meninggal dunia. Dari rencana kenaikan biaya haji, Zamroni berharap angka yang terbaik dan bisa diterima masyarakat. Kendati masalah ini masih dibicarakan Kementerian Agama, DPR-RI dan BUMN serta pihak terkait.

Baca Juga  DPRD Loteng Berikan Rekomendasi untuk Dua Puskesmas Mangkrak

“Tentu pemerintah akan berembuk dan nantinya baru akan ada Perpres,” tuturnya.

 

 

Selain itu, Zamroni mengatakan salah satu penyebab naiknya tarif ibadah haji adalah akomodasi transportasi. Dimana, penerbangan meskipun dalam kondisi kosong tetap dihitung penuh karena carter (sewa). Sehingga sekian persen diambil untuk penerbangan.

Baca Juga  Video Pengakuan Pedagang Bakso Kena Pajak 4,5 Juta Sebulan

 

Sementara, kuota haji di NTB untuk tahun 2023 4.493 orang. Sementara itu Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah yang memiliki kuota haji terbesar di NTB. Namun data tersebut masih sementara dan lebih lanjut dalam kajian pihaknya sebelum ditandatangani.

“Kalau jumlah ini kan tergantung dari jumlah rasio penduduknya, kemungkinan Lombok Timur dua kloter dan Lombok Tengah dua kloter,” bebernya.

Diketahui dalam satu kloter terdiri dari sekitar 393 orang ditambah dengan petugas haji yang telah ditunjuk oleh pemerintah antara lain, dari Kementerian Agama, yakni ketua kloter dan 2 orang petugas ibadah haji. Kemudian dari Kementerian Kesehatan 3 orang yakni 1 orang dokter dan 2 orang paramedis, selain itu juga ada dari Tim Pemantau Haji Daerah (TPHD) yang terdiri dari dokter, pembimbing ibadah haji, dan pelayanan umum.

Baca Juga  Ada Dugaan Pungli di Polres Loteng, Besok Warga Turun Demo

“Dalam waktu dekat kita akan seleksi itu berdasarkan usulan Wali Kota atau Bupati ke Gubernur, baru kemudian mengusulkan ke kami untuk kemudian kami tes, nanti ada Computer Assesment Test (CAT) dan wawancara,” pungkasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.