Minyak Goreng Langka, Ketua Dewan Panggil Kadis Perindag

oleh -1295 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Ketua DPRD Loteng / M. Tauhid

LOMBOK – Ketua DPRD Lombok Tengah, M. Tauhid akan memanggil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan terkait langkanya minyak goreng bersubsidi merk Minyak Kita di sejumlah pasar.

“Secara teknis itu Dinas Perdagangan, jangan seperti itu dong ini kan sudah ada permasalahan pupuk yang langka ditambah minyak goreng subsidi lagi. Saya akan telepon Kepala Dinas Perdagangan seperti apa pengelolaannya,” tegas Tauhid di hadapan wartawan, Kamis (23/2/2023).

Diketahui minyak goreng bersubsidi mulai langka sejak 3-4 bulan terakhir di pasaran, padahal minyak goreng ini banyak dijual oleh pedagang di luar pasar. Untuk itu, Tauhid akan memanggil kepala dinas serta akan berkoordinasi dengan Komisi II untuk melakukan sidak.

Baca Juga  Kenaikan UMP NTB Kecil, Hanya 164 Ribu

“Itu adalah kebutuhan pokok kita, harus tahu secara pasti bagaimana pengelolaan, sehingga minyak sebagai kebutuhan rumah tangga kita itu bisa teratasi,” tegas Tauhid.

 

Sebelumnya, Kabid Perdagangan Disperindag Lombok Tengah, Raden Roro Sri Mulyaningsih mengatakan masyarakat tidak perlu resah dengan langkanya minyak goreng subsidi tersebut. Pihaknya menyampaikan, ada minyak goreng dengan kualitas yang sama dengan harga yang cukup dapat dijangkau masyarakat.

Baca Juga  Tim Maiq-Meres Mulai Khawatir, Hasan Masad: Penamaan Jembatan 459 Tidak Tepat

“Kalau kaitan dengan merk itu kan kemungkinanĀ  dari masalah produksi atau distribusi oleh produsen. Untuk minyak kita tidak kekurangan stock selama Ramadan, masih banyak merk minyak lain, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

 

Roro mengatakan, terkait harga minyak saat ini hanya mengalami kenaikan sedikit Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu. Jelang memasuki Ramadan pada Maret 2023, pihaknya akan melakukan operasi pasar murah dan bazar murah.

Baca Juga  Prihatin dengan Lingkungan, Rannya Soroti Pencemaran Sungai

“Untuk harga minyak goreng jangan sampai 25 ribu nanti pineng (pusing, red) dah kita. Kalau harga minyak goreng 20 ribu kita akan bekerjasama dan bersurat ke Bulog, kalau masih aman kita ngak mau merepotkan Bulog,”singgungnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.