Cerita di Balik Hilangnya Balita Usia 2,5 Tahun

oleh -786 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Ini balita inisial IN 2,5 tahun yang sempat hilang di Dusun Mesir, Desa Monggas, Lombok Tengah.

LOMBOK – Jumat pekan kemarin warga Mapong Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah dan warga Dusun Mesir, Desa Monggas, Kecamatan Kopang sempat gempar. Warga bertetangga ini heboh lantaran putra dari Siti Aisyah warga Dusun Mesir usia 2,5 tahun hilang. Warga setempat ramai-ramai ikut membantu mencari balita inisial IN itu. Tapi pencarian dari Jumat sore sekitar pukul 16.30 Wita hingga larut malam tak kunjung ada hasil.

“Kalau perasaan saya bercampur aduk sudah, saya berpikir sudah meninggal dunia. Saya mikir mau cari saya ke mana dan malam itu hujan sampai pagi,” ungkap Siti Aisyah kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis pagi (2/3/2023) di kediamannya.

Putra sematawayang ini pertama kali ditemukan pekasih yang hendak akan membuka pintu air, Sabtu sore sekitar pukul 16.45 wita. IN ditemukan di saluran air dalam kondisi terbaring lemas sembari menggigit batu.

Baca Juga  PLN NTB Berpotensi Menjadi The Most Value Creator 2023

“Pak pekasih dia tidak berani angkat, dia datang ke rumah memberitahu kami dan baru kami berhamburan ke lokasi. Ternyata benar itu anak saya pak, subhanallah syukur Alhamdulillah bisa ditemukan dalam kondisi masih hidup,” tuturnya sambil mengingat saat kejadian itu.

Begitu ditemukan, IN tidak langsung dibawa pulang. Dia sempat diperiksa dokter untuk memastikan kondisi kesehatan, tidak lama dokter memberikan IN pulang.

“Sampai di rumah dua piring dihabiskan nasi, anak saya terlihat lapar sekali,” ceritanya.

Diceritakan Siti Aisyah, usai makan IN kemudian dimandikan dan tidur lelap. Namun tengah malam dia bangun dan baru dalam momen itu ibu dan bapaknya menyempatkan bertanya langsung sudah kemana. Jawaban IN layaknya anak pada umumnya, dia mengaku sudah pergi bersama ibu, bapak dan pamannya. Dia ngaku sudah nyebur di air.

Baca Juga  Petani Tomat Merugi, Mahasiswa UNDIKMA Berikan Solusi

Wah lalok kance inak, amak kance tuak. To laik, (sudah pergi sama ibu, bapak dan paman ke sana, red),” kata Aisyah menceritakan pengakuan putranya.

 

Siti Aisyah menceritakan awal kejadian, pada Hari Jumat pekan itu dia menitip IN di kepada bibinya. Sementara dirinya bersama suami akan memanen padi milik iparnya di wilayah Mapong Desa Jurang Jaler. Siangnya, IN dan bibinya datang ke sawah mengantarkan makanan siang. Sepulang dari sawah menurut pengakuan bibinya, IN ditinggal nonton TV di dalam rumah sementara bibinya ke dapur mencucui piring. Sekali IN sempat memanggil nama ibu, sementara si bibi nyaut.

Baca Juga  Sembilan Fraksi di DPRD Tolak Pilkades Sistem E-voting

“Dari situ sudah tidak ada lagi suara, makanya bibinya mulai panic mencari ke sana kemarin baru melaporkan IN tidak ada di rumah,” ceritanya lagi.

Pada sore kejadian itu, warga dan keluarga melakukan pencarian. Sampai-sampai air sumur dan kolam di sekitar rumah bibinya dikuras menggunakan mesin penyedot air.

“Sampai kering tidak ada kami temukan. Kami curiganya nyempelung,” katanya.

Namun semua karena Allah kata Siti Aisyah, anak satu-satunya ini kembali ke pelukannya dengan selamat. IN hanya mengalami luka lecet di bagian kaki kiri dan kanan, termasuk pipi.

“nanti malam (malam ini, red) kami akan zikiran selamat anak kami sudah kembali,” pungkasnya.(red)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.