Cerita Sudalan Wangsa Paringga, Pemilik Perpustakaan Jalanan

oleh -526 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Sudalan Wangsa Paringga saat mengatur kembali buku yang sempat dibaca pengunjung di Muhajirin Praya, Minggu lalu.

Perpustakaan Jalanan mungkin masih asing kita dengar di Lombok Tengah. Tanggal 20 November 2022, Sudalan Wangsa Paringga pemuda asal Dusun Karang Baru, Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut ini pertama kali di Gumi Tastura mendirikan Perpustakaan Jalanan. Setiap hari Minggu pagi, dia membuka lapak baca di Alun-alun Tastura Praya. Anehnya, buku yang ada dipinjam gratis oleh setiap pengunjung. Tanpa jaminan apapun. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan perpustakaan milik daerah. Tidak hanya meminjam buku, Sudalan juga membebaskan pengunjung Muhajirin untuk membaca buku yang ada di lapak baca miliknya.

Awal mula Perpustakaan Jalanan ini didirikannya atas dasar begitu banyak buku yang dimilikinya. Dia bawa buku-buku itu usai menjadi mahasiswa di Universitas Brawijaya, Malang tahun 2020. Biasanya, saat pulang ke Lombok sang ayah H. Magrib selalu memesan agar dibawakan buku bacaan ke Lombok. Buku tentang sejarah. Dan terakhir buku dia bawakan sang ayah tentang Gajah Mada tahun 2018. Namun sayang, H. Magrib tidak sempat membaca buku Gajah Mada.

Baca Juga  Siswa SMAN 1 Praya Barat Tawuran di Dalam Sekolah

“Dari situ setelah bapak meninggal dunia saya terus kepikiran. Baru di situ saya cob abaca buku yang belum dibaca almarhum bapak, ternyata asyik,” tuturnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa malam (14/3/2023).

Selain itu, diakuinya tahun 2018 dirinya sempat bergabung dengan himpunan atau komunitas Sajak Lestari namanya di Malang. Di sana beberapa kali dia ikut terlibat dalam pertunjukan music tradisional dan lainnya.

“Tapi intinya setelah bapak meninggal dunia saya mulai suka membaca buku,” katanya.

Karena buku begitu banyak di rumah, termasuk peninggalan almarhum sang ayah. Pemuda jebolan Fakultas Pertanian ini pun memutuskan untuk membuka lapak baca. Awalnya dirinya beranggapan tidak begitu banyak yang respons, lama kelamaan dilihatnya banyak pengunjung menghampiri lapak baca yang dia buka seminggu sekali di Muhajirin Praya.

Baca Juga  Santri Dukung Ganjar Bangun Aula Rumah Tahfidz Alquran

“Semasih saya kerja di Lombok Utara dulu 2020 saya agak sulit atur waktu. Tapi sekarang setelah bekerja di Farmasi bagian alat kesehatan Juli 2022, waktu luang saya lebih banyak. Dan hampir setiap Minggu pagi saya buka lapak di Muhajirin,” ceritanya.

Diungkapkan Sudalan, dulu dirinya saat duduk di bangku SMP hingga SMA tidak suka namanya baca buku. Apalagi mimpi membuka lapak atau perpustakaan jalanan seperti sekarang ini.

“Iya sekali lagi karena almarhum bapak juga ini,” sebutnya.

Selain karena almarhum bapak, Sudalan juga mulai suka membaca ketika ada oran yang jago bicara. Namun rata-rata setelah dicek orang yang hebat berbicara ke permukaan adalah orang yang suka membaca. Atas dasar itu juga dirinya coba belajar dan mulai gemar membaca.

Baca Juga  PGRI Lombok Tengah Akan Laporkan Oknum Staf BKPSDM

“Terinspirasi dari dosen dari UIN Sunan Kalijaga, Pahrudin Pais. Selain itu saya juga suka dengan gaya dan penyampaian Rocky Gerung yang runut menyampaikan pendapat, dan kita tahu beliau semua suka membaca,” kata pria kelahiran 1995 ini.

Sudalan Wangsa Paringga memilih cara ini karena ada kepuasan batin ketika orang lain juga bisa membaca dan membagikan informasi yang di abaca kepada orang lain. Sementara saat ini, anak-anak muda lebih sibuk memainkan HP. Begitu juga saat kumpul dengan keluarga. HP lebih penting, sementara ruang diskusi nyaris tidak ada lagi.

“Jujur saya buka Perpustakaan Jalanan bukan tempat cari duit, hanya ada kepuasan batin saja. Semoga kedepan perpustakaan ini bisa jadi modal anak muda untuk berdiskusi,” harap Sudalan.(dk)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.