Penimbunan BBM Solar Bersubsidi di Lombok Tengah, Pertamina Turun Investigasi

oleh -2298 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Oknum petugas SPBU di Lombok Tengah sedang mengisi puluhan jerigen di dalam mobil pribadi, bulan Maret 2023.

LOMBOK – Dua pekan lamanya jurnalis Koranlombok.id melakukan penelusuran adanya dugaan praktek kotor dilakukan perusahaan besar yang beroperasi di Lombok. Perusahaan ini diduga kuat melakukan penimbunan BBM bersubsidi solar di salah satu SPBU temannya kongkalikong di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Menerima informasi ini, Koranlombok.id melakukan penelusuran. Faktanya benar. Hari pertama turun melakukan penelusuran, 22 Maret 2023. Ditemukan sebuah mobil box warna hitam sedang menurunkan BBM solar dengan puluhan jerigen di pinggir jalan raya. Terlihat ada dua orang pria tengah menurunkan sejumlah jerigen dan hendak memasukan ke salah satu rumah warga. Kedua pria ini nampak santai, tanpa terlihat takut. Koranlombok.id berhasil memvideokan dan memfoto aksi mereka.

 

Berikutnya, data yang berhasil ditemukan kembali Surat Pengantar Pengiriman (SPP) lengkap logo pertamina dan logo perusahaan inisial PT. C. SPP ini diterbitkan tanggal, 20 Maret 2023. Dalam SPP itu tertulis jelas untuk penggunaan BBM proyek Remedial Sedimen Bendungan Pengga, Lombok Tengah. BBM ini diambil dengan menggunakan sebuah truk kayu yang sudah dimodifikasi berplat luar NTB dengan jumlah 5 ribu liter BBM.

Baca Juga  Kereta Gantung Dibangun, Jalan di Utara Loteng Bakal Dilebarkan

Jarak sehari kembali ditemukan SPP. Dimana SPP diterbitkan untuk pengiriman dari perusahaan PT. C dengan tujuan PT. M dengan alamat pengiriman Pringgabaya, Lombok Timur. Truk digunakan mengirim ke Lombok Timur sama dengan truk yang melakukan pengambilan BBM di SPBU. Jumlahnya pun sama.

 

Tanggal 25 Maret 2023, lagi-lagi ditemukan SPP diterbitkan perusahaan yang sama dan dikirim ke Meninting, Lombok Barat. Jumlahnya 5 ribu liter solar.

“Ini, tapi tolong jaga identitas saya pak. Saya mau buka ini semua soalnnya sudah lama beroperasi. Kalau didiamkan begini terus sangat kita sayangkan,” ungkap sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

Sumber Koranlombok.id mendapatkan begitu banyak foto bahkan video saat praktek dugaan penimbunan dilakukan. Begitu juga foto dan video saat solar diturunkan di markas yang letaknya tidak jauh dari SPBU. Dalam video yang diperoleh, lokasi penimbunan di sebuah perkampungan yang berjarak dari jalan raya besar.

Aksi ini biasa dilakukan malam hari, bahkan terkadang siang bolong pada saat situasi memungkinkan dilakukan pengambilan. Biasa kendaraan digunakan, truk kayu plat luar, dam truk, mobil pribadi yang di dalamnya berisi puluhan jerigen dan mobil box warna hitam.

Baca Juga  Kanwil Kemenkumham NTB Teken Zona Integrasi WBK, Ombudsman Siap Berkolaborasi

Sementara, diduga kuat CCTV di SPBU tempat pengambilan dimatikan saat dilakukan pengisian. Khususnya truk kayu ini, ada disiapkan tempat penampungan BBM di dalam bak truk. Namun model pengisian dilakukan melalui bawah atau tangki truk dan kemudian disedot ke atas. Sehingga sulit terbaca.

“Pasti ada orang besar, tidak mungkin mereka berani kalau tidak ada orang di atas,” sebut sumber ini.

 

Sementara pihak Pertamina melalui Officer Communication Relations Pertamina Patra Niaga Jatimbalinu, Mutiara Evy yang dikonfirmasi jurnalis Koranlombok.id terkejut dengan informasi ini. Bahkan dia mengaku saat ini sudah meminta pihaknya untuk turun melakukan investigasi di Lombok.

“Dari dua perusahaan itu, satu merupakan bukan agen transportir Pertamina (Iilegal),” ungkapnya saat dihubungi 23 Maret 2023 via ponsel.

Saat ini pihaknya akan menunggu hasil investigasi keluar. Ketika benar ada praktek penimbunan BBM, maka pihak Pertamina akan memproses dan memberikan sanksi. Untuk pidana akan menyerahkan ke pihak kepolisian.

Baca Juga  Ministry Has Not Issued Permit for Environmental Impact Analysis for Rinjani Cable Car

“SPBU juga akan kami berikan sanksi operasional jika terbukti, sanksi penghentian penyaluran,” tegasnya.

Selain itu, pihak Pertamina juga akan mengecek data agen transportir dimaksud. Apakah pernah tidak ada pelanggaran dilakukan sebelumnya. Jika pernah dilakukan dan kembali dilakukan maka ada sanksi lagi.

“Investigasi kami sedang lakukan, sebenarnya kami tetap kontrol SPBU tapi terkadang tidak mungkin 24 jam jadi banyak kelewatan. Mungkin ada kerjasama SPBU nakal, kami berterimakasih ke media Koranlombok memberikan informasi ini ke kami,” ungkapnya.

Selama ini kata Evy, setiap ada laporan pasti dengan gerak cepat dilakukan Pertamina. Salah satunya seperti sekarang ini. “Penjahat kan lebih pintar dari pada korban. Intinya transportir tidak boleh ambil BBM di SPBU,” tegasnya.

Pihaknya berjanji akan memberikan update informasi hasil investigasi nanti. Saat ini investigasi masih berjalan. Sehingga pihaknya belum bisa secara spesifik menyampaikan ke media.(dk)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.