Pengamat Kebijakan Sorot Program Beasiswa Kedokteran di Lombok Tengah

oleh -1380 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Para peserta seleksi penerima program beasiswa kedokteran saat mengikuti tahapan seleksi, Jumat (14/4/2023).

LOMBOK – Pengamat Kebijakan Lombok Tengah, Lalu Debi Margadi Kusuma alias Amaq Ketujur menyoroti program penerimaan beasiswa tahfiz milik yayasan plat merah. Banyak sisi yang dipersoalkan dari geberakan baru Yayasan Peduli Yatim, Piatu, dan Dhuafa Tersenyum Lombok Tengah ini.

“Saya bingung dengan program ini, satu sisi beredar kop surat dan stempel Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Tersenyum, tapi di sisi lain Pak Sekda dan Pak Bupati mengatakan bahwa ini program pemerintah daerah Lombok Tengah,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Sabtu (15/4/2023).

Selain itu, Amaq Ketujur menyebutkan yang menjadi pertanyaan dalam benak pribadinya dan para pegiat social, kenapa anggaran untuk anak yatim dibut jadi program yang sangat eksklusif dan sangat terbatas. Sementara dibeberkannya jumlah anak yatim di Lombok Tengah sangat banyak dan sebagian besar pendidikan mereka tidak terurus.

Baca Juga  Hasil Swab Positif, Jamaah Haji Direkom ke RSUP NTB

“Kenapa jadi ujuk ujuk beasiswa kedokteran? Bukankah kalau sudah usia kuliah itu sudah tidak wajib disantuni? Belum lagi melihat sekolah asal para hafidz ini sekolah-sekolah mahal di luar daerah,” ungkapnya.

Amaq Ketujur mengklaim berdasarkan hasil penelusurannya ada yang lulus seleksi administrasi calon penerimaan beasiswa kedokteran diduga bukan yatim bukan piatu dan dia anak orang kaya. “Maka saran saya kepada Pemda dan yayasan itu adalah lakukan validasi data karena mereka punya anggaran dan infrastruktur lengkap, baru menentukan program yang tepat apakah dalam bentuk subsidi pendidikan TK, SD, SMP dan SMA sederajat. Kalau kuliah menurut saya sudah bukan tergolong yatim atau piatu,” ungkapnya tegas.

Baca Juga  Ribut Sweeping, Kades Ekas Buana Terbitkan SE Karena Sering Ada Konflik

 

Sementara itu, terdapat 19 orang anak yatim penghafal alquran dinyatakan lulus seleksi administrasi dari 28 orang. Nantinya ini akan mengerucut menjadi 15 orang, kemudian dilanjutkan diberikan bimbingan belajar untuk mengikuti tes di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram).

“Targetnya nanti 10 orang, itulah dia nanti yang akan kita sekolahkan kedokteran,” tegas Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri, Jumat (14/4/2023).

 

Pathul menegaskan, beasiswa ini bebas diikuti oleh warga Lombok Tengah walaupun merupakan lulusan sekolah diluar daerah, ia juga menjelaskan bahwa nantinya bagi 10 orang yang mendapatkan beasiswa akan dibuatkan fakta integritas untuk merawat anak yatim dan duafa di Lombok Tengah.

“Nanti 10 Muharram saat Rahman Rahim Day akan diberikan fakta integritas,” katanya.

Baca Juga  Polemik Panjang, Warga Cegat Kepala Desa Nyiur Tebel Masuk Kantor

Politisi Gerindra ini berharap kepada anak-anak yang akan mendapatkan beasiswa menjadi pemimpin masa depan Lombok Tengah, yakni dengan mengabdi di bidang kesehatan melalui Klinik Peduli Yatim.

Sementara dalam seleksi ditegaskan bahwa pihaknya melakukan visiting ke ke diaman masing-masing calon penerima beasiswa untuk melihat kondisi ekonomi, karena program tersebut memang dihajatkan untuk mengangkat derajat anak yatim yang dalam kondisi kekurangan namun memiliki potensi akademis yang mempuni sebagai seorang dokter.

“Kita juga menyeleksi bukan hanya penghafal alquran, tapi kalau mereka anak pegawai negeri kita keluarkan, kalau mereka anak orang kaya kita juga keluarkan, bagaimana kriterianya ada di kami. Kita periksa kondisi dan keadaannya,” tegas Pathul.(nis/ais/dk)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.