Atap SDN Tuban Roboh, Dewan Minta Komitmen Pemkab Loteng

oleh -670 Dilihat
FOTO : ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID Kepala SDN Tuban, H. Wirabakti saat menunjukkan kondisi atap sekolah Senin, (8/5/2023).

LOMBOK – Atap SDN Tuban di Dusun Anak Anjan, Desa Sagala Anyar, Kecamatan Pujut roboh Senin, (8/5/2023) menjadi tamparan keras untuk pemerintah kabupaten. Ini bukan kali  pertama terdengar jika kondisi sekolah seperti itu.  Hal ini diakui anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Legewarman.

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini mengatakan, dengan robohnya atap SDN Tuban pihaknya berulang kali meminta Pemkab Lombok Tengah untuk lebih fokus mengatasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Mengingat saat ini anggaran bidang  pendidikan dari APBD berkurang dibanding tahun lalu.

“Kita minta komitmen pemerintah daerah untuk menambah anggaran pendidikan,” tegasnya saat dihubungi jurnalis Koranlombok.id melalui telepon Rabu, (10/5/2023).

Baca Juga  Komisi I Minta Kasus Penjualan Beras Bansos jadi Atensi

Selain itu pelaporan data Dapodik masih kerap kali keliru, sehingga Lege menyarankan kepada Pemkab agar mereka diberikan pelatihan. Selain itu, dia juga menyarankan agar operator diberikan sejumlah intensif atau tunjangan tertentu.

 

“Selama ini kita belum memberikan penghargaan juga kepada operator sekolah, yang penting ada penghargaan lah. Karena selama ini mereka hanya menerima ala kadarnya dari pihak sekolah, ini jadi permasalahan terkait dengan kesejahteraan,” sentilnya.

 

Lege juga menambahkan demi kesejahteraan operator sekolah yang saat ini mayoritas merupakan tenaga honorer, kedepannya dapat diangkat statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Baca Juga  Jam Kerja Ditambah Sepihak, DPRD Loteng Akan Klarifikasi Pihak Alfamart

“Rata-rata mereka ini kan anak-anak honor,” sebutnya.

 

Sebelumnya, atap ruang Kelas V, VI dan ruang guru SDN Tuban roboh Senin, (8/5/2023) sekitar pukul 11.30 WITA. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini.

Kepala SDN Tuban, H. Wirabakti mengungkapkan pascakejadian siswa langsung dipulangkan oleh pihak sekolah.”Karena sudah membahayakan kami sudah sterilkan sejak bulan Februari, temboknya juga sudah terlihat patah karena bangunan zaman dulu,” ungkapnya kepada media Selasa, (9/5/2023).

Wirabakti mengatakan mendekati masa penerimaan siswa baru pihaknya mengusahakan menggunakan semaksimal ruangan yang ada termasuk ruangan guru akan dipindah di rumah dinas yang saat ini dijadikan sebagai gudang.

Baca Juga  Membuka Fakta Baru Kasus Tewasnya Santriwati

 

“Tetap saya taruh siswa Kelas 4 di garasi karena jumlah siswanya sedikit dan di perpustakaan itu Kelas 2 karena besar jumlah muridnya 42 orang,” ceritanya.

 

Sejauh ini pihaknya belum mengetahui dapat dana dari mana untuk dilakukan perbaikan. Bahkan tahun lalu pihak terkait pernah turun namun belum juga mendapatkan anggaran melalui APBD tahun 2022.

Ia berharap pemerintah melalui Dinas Pendidikan segera memberikan perbaikan, mengingat usia bangunan yang dalam kondisi rusak berat karena dimakan usia.

“Kita berharap segera dapat bantuan kasihan anak-anak ini,” katanya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.