Usai Melahirkan di Polindes Istri Tidak Bisa Kencing, Keluarga Keberatan

oleh -1281 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seorang pengendara melintas di depan Puskesmas Darek sementara.

LOMBOK – Istri Sawal berusia 26 tahun warga Dusun  Banteng Kurus, Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya diduga menjadi korban kesalahan dilakukan oknum bidan di Polindes dese setempat. Dimana usai melahirkan secara normal di Polindes, tiba-tiba istri Sawal tidak bisa membuang air kencing. Korban bisa kembali normal membuang air kecil setelah melakukan operasi di Rumah Sakit Bumi Bunda Praya. Atas kejadian ini, pihak keluarga mengaku keberatan dan akan melaporkan kejadian ini.

“Pertama disuru minum banyak-banyak tapi tetap tidak bisa keluar air kencingnya saat di Polindes. Setelah kami bawa ke Puskesmas Darek, kata petugas di sana ada salah jahit makanya kita minta dilakukan operasi di Bumi Bunda,” ungkap Sawal kepada jurnalis Koranlombok.id, Jumat (12/5/2023) malam.

Sementara adapun total biaya operasi dikeluarkan Sawal Rp 7 juta. Namun ditegaskan dia, pihaknya tidak mempersoalkan uang namun lebih kepada keselamatan istri tercinta. “Bayangkan sampai empat botol minum air tapi tidak bisa kencing, dan ini anak pertama kami,” tuturnya.

Sawal menceritakan kronologis awal, Senin (1/5/2023) sekitar Pukul 02.43 wita dini hari istrinya melahirkan anak pertamanya di Polindes Ungga secara normal. Sementara kondisi bayi dan istri dinyatakan baik semua. Kemudian diduga kuat oleh pihaknya dilakukan penjahitan oleh oknum bidan setempat. Sejak itu, istrinya tiba bisa mengeluarkan air kencing. Sementara korban ingin sekali buang air kecil.

Baca Juga  15 Ribu Anak Stunting di Lombok Tengah

Pukul 08.00 Wita kondisi masih istri Sawal tidak bisa mengeluarkan air kencing. Kemudian Pukul 10.15 Wita dirujuk ke Puskemas Darek, pengakuan petugas di sana kata Sawa diduga salah jahit dilakukan oknum bidan. Sawal dan keluarga makin panic dan memutuskan untuk dibawa ke RS Bumi Bunda Praya. Sampai di sana, petugas menyampaikan harus dilakukan operasi segera.

“Saya minta langsung lakukan operasi hari itu juga,” ceritanya.

 

“Ada biaya lain saya keluarkan lagi, berikan petugas di Polindes 600 ribu tidak salah meskipun malu diambil. Berikan biaya mobil ambulans Puskesmas Darek 300 ribu,” sambung Sawal.

Dari kejadian ini, Sawal mengaku keluarga keberatan bahkan mertua menyampaikan sudah melaporkan peristiwa ini.

Baca Juga  KPU Pastikan Tidak Ada Golput di Dusun Kadek

“Pokoknya kami keberatan, kami mau biarkan sehat istri dulu. Sekarang istri bisa duduk mudahan bisa normal,” katanya.

 

Terpisah, penanggungjawab medis Puskesmas Darek dokter Nurlestari yang dikonfirmasi membantah keras adanya kesalahan jahit dilakukan bidan. Ia memastikan semua sudah sesuai SOP yang ada.

Dokter ini membenarkan adanya pasien dari Polindes Ungga dirujuk ke Puskesmas Darek inisial AH, 26 tahun. Dia masuk ke puskesmas sekitar pukul 10.30 Wita.

Berdasarkan informasi yang diterima, bahwa pukul 02.43 Wita pasien AH melahirka secara normal di polindes. Namun ditemukan ada robekan. Selanjutnya petugas di sana mengambil tindakan sesuai SOP, namun keadaan AH berbeda dengan pasien pada umumnya dengan banyak factor. Salah satunya terlalu mengejan yang kemudian menimbulkan bengkek dekat kemaluan. Sementara setelah dijahit ada juga bengka ditemukan.

“Tidak ada salah jahit. Sebenarnya banyak pasien setelah melahirkan susah kecing, masih takut mengejan. Bidan polindes sarankan dirangsang kencing tapi kata pasien ngak bisa juga,” ceritanya.

 

Sekitar pukul 05.30 Wita petugas melakukan kateterisasi itu pemasangan keteter yang dimasukan ke lubang kencing atau selang. Kemudian baru lubang kencing dimasukan kateter dan bisa masuk.

Baca Juga  DPRD Lombok Tengah Sorot PAD dari Sumber Parkir

“Jadi logikanya tidak ada lubang kencing terjahit. Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Selanjutnya, pukul 05.30 Wita baru keluar air kencingnya, karena ini bukan daur kateter jadi bisa dilepas dirangsang lagi. Setelah itu diminta makan dan minum dan sebagianya. Sekitar Pukul 07.21 Wita tidak bisa kencing lagi akhirnya dipasangkan lagi kateter di polindes untuk kedua kalinya.

“Di sana keluar lagi kencingnya. Karena ada keluhan baru dikonsultasikan ke dokter dan dirujuk ke puskesmas Pukul 10.30 Wita,” terangnya.

Di puksemas kembali tidak bisa kencing lagi dan kondisi bengkak bagian kemaluan. Petugas kemudian berkonsultasi ke dokter dan disarankan rujuk ke RSUD Praya. Namun keluarga pasien dan keluar menolak dan memilih RS Bumi Bunda.

“Kami sudah telusuri, jadi bukan operasi melainkan perbaikan setingan yang kurang rapi tapi bukan operasi ya,” pungkasnya.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.