Harga Telur dan Garam Naik, Disperindag Loteng Anggap Ini Wajar

oleh -3762 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seorang penjual garam halus di Pasar Jelojok, Kopang tengah menanti pembeli.

LOMBOK – Harga telur ras dan garam secara bersamaan naik, kondisi ini terjadi setidaknya sudah sebulan. Telur ras naik dari harga sebelumnya Rp 40 ribu kini tembus Rp 60 ribu per tray.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah, Roro Sri Mulyaningsih mengungkapkan kenaikan harga telur ras disebabkan harga pakan ternak ayam petelur naik.

 

“Jadi masih naik Rp 5 ribu di pasaran, tapi telur itu karena bahan baku pakan naik jadi mau tidak mau naik harga telur,” ungkapnya kepada media, Selasa (6/6/2023).

Baca Juga  170 Hektare Batas Wilayah Loteng Bakal Diambil Lobar

 

Roro menerangkan, kendati harga telur naik, namun masih dianggap wajar dan mampu dijangkau oleh masyarakat. Dimana kondisi tersebut tetap akan dipantau kedepan oleh dinas. Di tengah kenaikan harga telur, disarankan sebagai pengganti asupan protein dari telur seperti ikan laut dan udang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat.

 

“Kalau telur harus didampingi oleh kenaikan komoditas lain seperti beras, minyak, baru nanti kita operasi pasar atau bazar murah. Tapi masih ada komoditas yang lain penggantinya,” katanya.

Baca Juga  17 Ribu Ton Beras Impor Bakal Didatangkan, Pemkot Mataram No Comment

 

Sementara itu kata Rara, harga garam juga mengalami kenaikan sejak sebulan ini. Harga awal Rp 8 ribu sampai 10 ribu, kini naik menjadi Rp 15 ribu per kilogramnya. Adapun penyebab kenaikan pihaknya masih mengkonfirmasi pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah.

“Garam kan nggak jadi kebutuhan pokok karena orang nggak banyak menggunakan, jadi nggak ada wacana untuk operasi pasar,” dalihnya.

 

Di samping itu Maysarah seorang penjual telur di Pasar Jelojok, Kopang mengaku pembeli mulai mengeluh beli telur karena dampak kenaikan harga.

Baca Juga  Tiga Kabupaten Terdampak Banjir, Kerugian Masih Dihitung

“Karena naiknya nggak berani beli, biasanya kalau ramai pernah 10 sampai 20 tray dibeli. Sekarang paling 6 atau 7 tray,” katanya, Sabtu (3/6/2023).

Sementara informasi yang diterima di pasar, harga garam kasar naik sejak sebulan terakhir. Harga sebelumnya Rp 5 ribu per kilogram dan kini tembus Rp 20 ribu. Garam kasar naik disebabkan cuaca yang tidak menentu.(nis/dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.