Waspada Copet Bagi Pengantar Jemaah Haji

oleh -917 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Sejumlah jemaah calon haji asal Lombok Tengah menunggu jadwal pelepasan oleh Bupati H. Lalu Pathul Bahri, Rabu pagi (7/6/2023).

LOMBOK – Kepolisian Polres Lombok Tengah belum merilis pelaku terduga kasus pencopetan di halaman kantor bupati saat pengentaran Jemaah Calon Haji (JCH), Rabu pagi (7/6/2023). Termasuk berapa jumlah korban.

Informasi yang diterima jurnalis Koranlombok.id dari berbagai sumber ada tiga orang. Terduga pelaku warga Kabupaten Lombok Timur diduga kuat merupakan komplotan copet yang beraksi pada momen pengantaran jemaah haji. Termasuk di pasar.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, IPTU Hizkia Siagian tidak membeberkan kasus ini. Ia hanya mengimbau warga untuk tetap waspada. Khususnya bagi warga yang mengantarkan jemaah haji agar lebih waspada terhadap barang bawaan. Seperti, barang elektronik HP, tas,  sepeda motor dan mobil.

Baca Juga  Dugaan Pemilu Curang, Ribuan Mahasiswa NTB Akan Turun Demo

“Antisipasi duduk berdesak-desakan, saling melihat kiri dan kanan,” imbaunya kepada media di kantornya.

 

Kasat Reskrim menyampaikan, jika kasus itu terjadi agar segera dilaporkan kepada petugas pengaman di lokasi. Pihaknya mengimbau untuk tidak main hakim sendiri.

“Jadi itu kami imbau kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, terduga kawanan copet beraksi di kerumunan pengantaran JCH di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu pagi (7/6/2023). Setidaknya ada dua korban, Muslimin kehilangan HP asal Batujai, Kecamatan Praya Barat dan Vivin kehilangan uang Rp 1 juta warga Desa Peringgarata, Kecamatan Pringgarata.

Baca Juga  Dewan Beberkan, 28 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di Loteng

Adapun pengakuan korban kepada media Muslimin. Dia menceritakan tidak sadar HPnya hilang di kantong baju. Saat itu ia posisi mengendong anak kecil, begitu mengetahui hp tidak ada dirinya pun nangis histeris.

“Saya ditelpon sepuluh kali aktif tapi tidak diangkat kata ibu saya. Terus lama-lama dirijek dan dimatikan,” terangnya.

Baca Juga  PDIP NTB Minta Kader Jangan "Leha-leha" Jelang Pemilu 2024

Korban lain Vivin asal Pringgarata. Wanita ini mengaku kehilangan uang Rp 1 juta di dalam dompet yang disimpan di tas. “Saya sadar setelah selesai salam-salaman. Saya naik mobil saya cek tapi tidak ditemukan,” ceritanya.

Pantauan jurnalis Koranlombok.id sampai Pukul 11.58 Wita tiga terduga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Polres. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan sampai berita ini diturunkan.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.