Wali Murid dan Komite Segel SMAN 1 Praya Barat

oleh -1947 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID Wali murid dan komite saat menyegel gerbang SMAN 1 Praya Barat, Rabu (14/6/2023).

LOMBOK – Wali murid bersama komite SMAN 1 Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah menyegel gerbang sekolah, Rabu pagi (14/6/2023). Mereka melakukan aksi ini buntut dari dipindahnya kepala sekolah setempat, Khairil Anwar. Informasinya dia pindah tugas aliasi di-nonjobkan menjadi guru SMAN 2 Praya.

Ketua Komite SMAN 1 Praya Barat, Abdul Sahid menolak diganti kepala sekolah. Apalagi menurut komite, Khairil Anwar telah melakukan banyak perubahan di sekolah selama memimpin. Begitu juga banyak siswa berprestasi.

“Kami selaku ketua komite mengajak masyarakat untuk mempertahankan, karena kami wali murid berhak mempertahankan yang sudah bagus dan kedisiplinan sangat diterapkan di sini,” katanya di hadapan media, Rabu (14/6/2023).

Baca Juga  Fesbul 2023, Film Sailum dan Pepadu Diputar di Lombok

Dia sangat menyayangkan kebijakan kepala dinas di provinsi secara tiba-tiba menonjobkan kepala sekolah di tempat ini. Sementara belum lama ini dilantik.

 

Semenara dirinya tidak mengetahui kemana kepala sekolah akan dipindahkan. Selaku komite bersama beberapa tokoh masyarakat sekitar sekolah terpaksa menyegel gedung sekolah sebagai bentuk kekecewaan mereka. Penyegelan akan dilakukan sampai ada keputusan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Baca Juga  Video Pengakuan Hubungan Terlarang Oknum Dokter di RSUD Provinsi NTB

“Jadi akan melakukan ini dan kami akan langsung ke dinas, nanti juga akan ada aksi lanjutan,” ancamnya.

 

Sementara Kepala SMAN 1 Praya Barat, Khairil Anwar mengaku tidak paham apa yang mendasari dilakukan aksi ini. Namun dia curiga karena bentuk rasa sayang komite dan para wali murid kepada dirinya.

Khairil mengatakan, dirinya sangat berhati-hati dalam bekerja, tapi dia hanya bisa berharap ada kejelasan kemana dirinya dipindahkan.

Baca Juga  Pj Bupati Atensi Kerawanan Pilkada di Lombok Timur

“Yang penting saya sudah bekerja maksimal dan turut menjaga kondusifitas di sini, saya tidak mendiskreditkan dan merendahkan pengawas tapi saya jauh lebih hati-hati dari pantauan masyarakat,” katanya.

Mantan Ketua PGRI Lombok Tengah ini menegaskan, pihaknya tidak mengetahui sama sekali terkait pemindahan tugas ini, tiba-tiba dia mendapat undangan pelantikan kepala sekolah.

“Saya taunya dari undangan sekitar jam 1 siang saya terima kemarin, tapi saya cuek saja karena sudah jalankan tugas dengan baik,” tegasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.