Belum Ditemukan Hewan Kurban Sakit, Jika Ada Akan Diisolasi

oleh -549 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Petugas saat melihat hewan kurban yang siap dijual di Lingkungan Serengat, Kelurahan Prapen, Senin (19/6/2023).

LOMBOK – Menjelang perayaan Hari Raya Idhul Adha atau pemotongan hewan kurban, Dinas Pertanian Lombok Tengah akan melakukan pemeriksaan hewan kurban terutama sapi di sejumlah tempat di Kota Praya.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Firman Hidayatullah mengatakan sejauh ini hewan ternak yang telah diperiksa masih dalam kondisi aman sehat semua.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dari gejala klinis dan dilihat dari nafsu makan, kita baru melakukan pemeriksaan dari luar fisik,” terangnya kepada media, Senin (19/6/2023).

Baca Juga  WSBK, Harga Kamar Hotel Tidak Akan Naik

Firman membeberkan ada ratusan ternak yang didata oleh pihaknya dari beberapa tempat di Kota Praya, yakni wilayah Prapen, Kelebuh, Menemeng, dan Serengat.

 

Sementara itu jika nanti ditemukan sapi yang dalam kondisi sakit akan diisolasi, mengingat ada beberapa macam penyakit yang dapat dilihat ciri-cirinya melalui tampilan fisik hewan kurban. Seperti, antrak, penyakit mulut dan kuku, (PMK), Septicaemia Epizootia (SE) atau pilek dan ngorok pada sapi.

“Alhamdulilah layak semua di empat titik ini, pencegahannya nanti sampai menjelang hari raya diterapkan bio security,” bebernya.

Baca Juga  Duel, Kakak Tumbang di Tangan Adiknya

 

Firman menerangkan, pihaknya nanti juga akan memantau hingga kemana daging kurban terdistribusi, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan fisik hewan yang hendak dibeli sebagai kurban.

“Kita juga tekankan kepada penjualnya ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) itu,” ujarnya.

 

Salah satu pedagang hewan kurban di Lingkungan Serengat Kelurahan Prapen, H. Sukirman mengaku permintaan akan meningkat biasanya pada tujuh hari sebelum hari raya Idul Adha. Tujuannya, agar hewan yang dijualnya dalam kondisi sehat.

Selain itu, pihaknya berpesan untuk menjaga kebersihan kandang dan pakan. Hingga saat ini, sudah ada 20 sapi yang laku dari 50 sapi yang ada di kandang.

Baca Juga  Kita Harus jadi Orangtua dan Sahabat Anak

 

“Kalau tahun kemarin bisa 70 ekor sapi yang kita jual, tergantung permintaan juga,” ceritanya.

 

Untuk harga tergantung dari berat sapi yang diinginkan pembeli mulai dari berat 350 kilogram dijual sekitar Rp 10 juta, berat 550 kilogram dengan harga Rp 30 juta.

“Kita siapkan sapi ini kan yang sudah umur, tergantung kemampuan ekonomi pembeli,” katanya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.