Pelaku Hipnotis Bawa Kabur Dua Anak Penjual Piscok di Jontlak

oleh -2404 Dilihat
FOTO SCREENSHOT VIDEO Wanita baju kuning ini penjual pisang goreng coklat di Jontlak, Praya Tengah yang anaknya sempat dibawa pelaku hipnotis, Sabtu (24/6/2023).

LOMBOK – Dua anak milik penjual pisang goreng coklat (Piscok) di Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah sempat dibawa oleh terduga pelaku hipnotis, Sabtu sore (24/6/2023) Pukul 16.45 Wita.

Kejadian ini pun viral di media sosial. Dalam video yang diunggah pemilik akun Facebook Nendian 5 jam lalu, setidaknya sudah dibagi 5.991 kali dan dikomentari 640 netizen.

Dalam video yang beredar luas, seorang penjual Piscok ini mengaku di depan penjual es yang merekam videonya menggunakan mobil pikap mengaku, jika anaknya dan HP miliknya telah dibawa pelaku. Pria itu menggunakan masker, kulitnya agak hitam dan warna baju gelap.

Baca Juga  PDI Perjuangan Buka Pendaftaran untuk Pilkada Loteng

Saat itu, kata korban yang belum diketahui identitasnya ini. Ada seorang pria datang memesan Piscok Rp 100 ribu. Tidak lama, dia pun minta tolong meminjam HP korban dengan alasan HP miliknya mati karena habis baterai.

Korban pun dengan yakin memberikan, sebelum meningalkan lokasi pelaku akan meminjam HP sebentar untuk menghubungi keluarga. Dimana alasan pelaku karena keluarga ingin dibelikan es selain pisang goring. Untuk meyakinkan, kedua anak korban kemudian dibonceng untuk mencari es tidak jauh dari tempat beli pisang goring coklat.

Baca Juga  Ketua DPD PAN Loteng Benarkan Calegnya Diciduk Polisi

“Saya baru sadar ini anak saya juga dibawa. Terus bagaimana nasib anak saya,” katanya sambil menangis.

Kepada warga di sana, korban merasa dihipnotis pelaku sehingga dengan mudah dia mengikuti segala permintaan pelaku.

“Lapor polisi saja biar mudah dilacak,” saran warga terdengar dalam video yang viral ini.

 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU Hariono yang dihubungi jurnalis Koranlombok.id membenarkan adanya peristiwa itu. Namun dipastikan anak tidak diculik karena ditemukan di sekitar jembatan atau tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

 

“Bukan anaknya hilang tapi HP,” ungkapnya, mala mini via ponsel.

Baca Juga  Poltekpar Lombok Buka Career Expo, 2.500 Lowongan Pekerjaan Tersedia

 

Hariono membeberkan kronologis kejadian, pelaku mampir di warung korban dan memesan pisang goreng. Pelaku diduga kuat pura-pura HP mati dan meminjam HP korban.

“Anak korban sempat dibawa keduanya, tapi sudah ditemukan dekat jembatan adik dan kakak karena diturunkan di sana,” katanya.

Atas kejadian ini, Polres Lombok Tengah belum menerima laporan korban. Informasi yang diterima korban masih trauma.

“Besok (Minggu, red) mau masukan laporan secara resmi. Ini penipuan modus baru, warga harus berhati-hati,” pesannya.(dik/nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.