Anak dari Lima Kabupaten Kota Sampaikan Aspirasi Kepada Pemerintah NTB

oleh -420 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Perwakilan dari Sanggar Sunyi menyampaikan pendapatnya pada simulasi Musrenbang anak di Hotel Puri Indah Mataram, Senin (26/6/2023).

LOMBOK – Anak-anak dari lima kabupaten dan kota di NTB menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah. Anak dari, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.

Aspirasi mereka sampaikan dalam acara simulasi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang)  digelar Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTB di Hotel Puri Indah, Mataram, Senin (26/6/2023).

“Ini kan baru hanya simulasi, tadi sudah disampaikan oleh Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapedda NTB, tahun depan harus ada Musrenbang anak di provinsi yang terencana oleh pemerintah,” terang Direktur PKBI NTB, Ahmad Hidayat.

Baca Juga  Kontraktor di NTB Ancam Duduki Kantor Gubernur

Dalam musyawarah itu, kata Hidayat, disediakan form pembelanjaan dimana pihak pemangku kebijakan menyatakan akan mengakomodir usulan mana yang ditindaklanjuti.

“Begitu sih konsepnya di kita, biar bisa di follow up,” katanya.

 

Sementara itu selama Musrenbang berlangsung, banyak usulan diutarakan anak-anak terkait pembangunan infrastruktur sebagai akses ke fasilitas pendidikam, sekolah dan komunitas ramah anak, penangan kasus bulying, hingga aspirasi bagaimana agar menekan angka pernikahan dan kehamilan anak yang masih tinggi.

Baca Juga  Cetak KTP Pakai Uang Pelicin? UPTD Dukcapil Labuhan Haji: Itu Fitnah

 

Sementara, Ketua PKBI NTB sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri mengatakan menurut data selama pandemi Covid-19 angka kehamilan anak cukup tinggi.

Data tersebut telah disinkronkan antara data dispensasi nikah dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, terdapat permintaan tahun 2019 sampai 2021 sebanyak 1.132 orang.

Baca Juga  Sengketa Lahan, ITDC Menang di Mahkamah Agung

Sementara data dari Dinas Kesehatan NTB, kehamilan remaja tahun 2020 sekitar 6.532 kehamilan di fasilitas kesehatan. Sedangkan tahun 2021 ada 6.473 kehamilan.

“Telah kita sinkronkan ternyata banyak remaja yang menikah itu tidak melapor. Yang perlu kita atensi nikah dini tapi dibawah tangan artinya kan ada gap disitu,” tegasnya.

Berdasarkan data tersebut pihaknya dan OPD lain di Provinsi NTB, berupaya melakukan sinergi untuk mengatensi hal tersebut kedepan.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.