80 Persen Tanaman Tembakau di Lotim Terkena Dampak

oleh -1938 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Gubernur NTB, H. Zulkifliemansyah saat berdiskusi dengan salah satu petani tembakau di Lombok Timur, Senin (10/7/2023).

LOMBOK – Setidaknya 80 persen dari 4 ribu hektare tanaman tembakau di Kabupaten Lombok Timur terkena dampak hujan lebat terjadi, pekan kemarin. Ancamannya, hasil panen tidak bagus.

Gubernur NTB, H. Zulkifliemansyah langsung turun melihat kondisi tanaman tembakau di wilayah Jerowaru, Lombok Timur. Namun gubernur memastikan hampir semua terdampak. Keruak, Sakra, Jerowaru dan lainnya. Termasuk Lombok Tengah.

“Karena tidak ada yang memperkiran hujan selama itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi media, Senin (10/7/2023).

Diungkapkan gubernur, persoalan ditemukannya di lapangan salah satunya disebabkan irigasi yang saling kunci. Harusnya dialirkan ke daerah namun tidak diizinkan di bawahnya. Sementara yang melakukan penanaman ini, orang yang nyewa. Bukan warga setempat.

 

“Ini juga petani bukan binaan perusahan besar sesuai SOP,” bebernya.

Adapun aspirasi petani yang berhasil ditampung gubernur, mereka meminta bantuan mesin Rajang. Sebab, sekalipun kenak dampak namun masih bisa dijual sekalipun harga tidak setinggi biasanya.

Bukan hanya, Bang Zul juga membeberkan jika ada petani yang meminta bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Ia mengaku langsung meminta kepada pihak OJK untuk dibicarakan kepada pihak BRI.

Baca Juga  Sosok Ahmad Munjizun, Berprestasi Sejak Kecil Hingga Raih Gelar Doktor di Amerika

“Semoga ini solusinya, paling parah memang Lombok Timur baru Lombok Tengah,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dimiliki gubernur, dari 5 ribu hektare tanaman tembakau di Lombok Tengah. Hanya 1 ribu hektare yang terkenak dampak. Ditambahkan, persoalan ini juga tengah dipikirkan solusi oleh pemerintah.

“Ini dulu, saya masih keliling-keliling,” kata gubernur.

 

Sementara itu, anggota DPRD Lombok Tengah, Legewarman menyampaikan jika saat ini petani tembakau sedang berduka. Semua ini katanya, dampak dari cuaca tidak menentu akhir-akhir ini. Sebagian besar petani tembakau khususnya di Kecamatan Praya Timur harus ikat kepala.

“Petani tembakau berduka, bukan mengeluh lagi,” katanya saat dihubungi jurnalis Koranlombok.id, Minggu (9/7/2023).

Politisi PBB ini yakin, bukan hanya petani tembakau di Kecamatan Praya Timur. Demikian juga kecamatan lainnya di Lombok Tengah mengalami hal sama.

“Banyak sekali terkenak dampak. Kalau mau data bisa konfirmasi Dinas Pertanian,” tegasnya.

Baca Juga  Polisi Dicurigai Karena Rehabilitasi Anggota Dewan Loteng Nyabu

Dari kondisi ini, Lege juga menyampaikan pentingnya ada program asuransi bagi petani tembakau. Namun sayang petani tembakau tidak bisa diterima oleh pihak asuransi mengingat bukan sector asuransi. Dirinya pun atas nama dewan pada tahun 2022, sangat mendukung program asuransi bagi petani tembakau.

 

Dibeberkan dia, tahun 2022 pemerintah telah menganggarkan Rp 10 miliar melalui APBD Murni untuk keperluan program asuransi. Namun harus dialihkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada petani tembakau, jatah tiga bulan.

“Tapi syaratnya ketat. Petani tembakau itu boleh menerima BLT dengan catatan tidak menerima bantuan program apapun. Mislanya PKH itu tidak bisa mereka menerima BLT,” jelasnya.

“Banyak sekali terkenak dampak. Kalau mau data bisa konfirmasi Dinas Pertanian,” tegasnya.

Dari kondisi ini, Lege juga menyampaikan pentingnya ada program asuransi bagi petani tembakau. Namun sayang petani tembakau tidak bisa diterima oleh pihak asuransi mengingat bukan sector asuransi. Dirinya pun atas nama dewan pada tahun 2022, sangat mendukung program asuransi bagi petani tembakau.

Baca Juga  Gili Perigi Diklaim Perusahaan, Wabup Loteng Minta Masyarakat Lapor

Dibeberkan dia, tahun 2022 pemerintah telah menganggarkan Rp 10 miliar melalui APBD Murni untuk keperluan program asuransi. Namun harus dialihkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada petani tembakau, jatah tiga bulan.

“Tapi syaratnya ketat. Petani tembakau itu boleh menerima BLT dengan catatan tidak menerima bantuan program apapun. Mislanya PKH itu tidak bisa mereka menerima BLT,” jelasnya.

 

“Menurut saya seharusnya kondisi begini BLT itu betul-betul dialokasikan kepada semua petani tembakau terdampak. Apalagi sekarang saya yakin semua kenak dampak,” sambungnya.

Pada tahun 2023 ini, Lege sangat berharap data penerima bantuan khususnya petani tembakau falid, by name by address. Kendati angkanya tidak besar, namun petani saat ini membutuhkan bantuan pemerintah.

“Kami rekomendasikan agar penerima bantuan petani tembakau yang terdampak,” tegasnya lagi.(dik/nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.