Siswa SMAN 1 Praya Barat Tawuran, Kapolsek: Tidak Ada Laporan Masuk

oleh -1472 Dilihat
VIDEO SCREENSHOT TAWURAN Para siswa SMAN 1 Praya Barat, Lombok Tengah terlibat tawuran di dalam lingkungan sekolah, Selasa (15/8/2023).

LOMBOK – Kapolsek Praya Barat, AKP Lalu Purnia Asmara menegaskan jika pihaknya tidak pernah menerima laporan masuk siswa SMAN 1 Praya Barat tawuran pada Selasa sore (15/8/2023), Pukul 12.15 WITA.

Selain itu, kapolsek juga mengaku tidak ada anggota turun ke sana. Dengan dalih pihaknya tidak menerima informasi dan laporan masuk ke polsek.

“Lebih baik tanyakan ke kepala sekolah mungkin dia tahu, kalau kepala sekolah ini pasti bilang tidak ada apa-apa sudah selesai pasti bilang begitu,” katanya tegas via ponsel kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa malam.

Mendengar informasi dari media, kapolsek dengan tegas menyampaikan jika sampai malam (tadi malam, red) tidak ada pihaknya terima informasi atau laporan.

Baca Juga  Jaksa Beberkan Aliran Uang Dugaan Hasil Korupsi Dokter Muzakir Langkir

“Tidak ada informasi, tidak ada laporan masuk,” katanya singkat.

 

Sementara itu, sejumlah siswa SMAN 1 Praya Barat, terlibat tawuran di dalam lingkungan sekolah sekitar Pukul 12.15 WITA, Selasa (15/8/2023).

Dari video yang beredar luas, terlihat situasi menegangkan di dalam halaman sekolah. Para guru dan siswa pun berhamburan keluar. Sejumlah guru berupaya melerai sekelompok pelajar yang terlibat tawuran.

Kepala SMAN 1 Praya Barat, H. Sahnam yang dihubungi mengakui sempat terjadi keributan namun berhasil ditangani pihak sekolah.

Baca Juga  Afifah, Mahasiswi Asal Batujai Pimpin Pertemuan Mahasiswa Asia Tenggara di Eropa Jerman

“Bukan tawuran, ya saling ejek-ejek saja tadi dan ribut sebentar,” ungkapnya via ponsel kepada jurnalis Koranlombok.id.

Kepala sekolah memastikan tidak ada yang terluka dari kejadian itu. Bahkan sekarang sudah diselesaikan di tingkat sekolah. Pihaknya tidak bisa menceritakan pemicu detail sampai ada keributan di dalam lingkungan sekolah.

“Jadi siapa yang memulai kami tidak tahu,” terangnya.

Namun yang jelas kata kepala sekolah, keributan ini dipicu adanya saling ejek terjadi antar siswa Kelas 11 dengan siswa Kelas 10.

“Dan itu saat kejadian jam mau pulang sekolah juga,” bebernya.

Baca Juga  Waspada Hoaks Jelang Pilpres 2024, Cermati Tipe dan Ciri-cirinya

Pascadilerai oleh para guru dan siswa lain, pihaknya mengklaim proses belajar mengajar bisa dilanjutkan kembali. Dari peristiwa ini, kepala sekolah memastikan kasus ini tidak sampai membias ke luar.

“Sudah kita selesaikan tadi langsung,” katanya.

Sementara itu, tawuran ini terjadi tepat di barat halaman sekolah. Tawuran juga melibatkan banyak siswa sampai berlangsung keributan di lapangan sekolah. Sedangkan siswi lainnya berhamburan keluar begitu mengetahui ada keributan di luar kelas. Ada juga yang berteriak mengetahui ada pemukulan. Demikian juga para dewan guru di sekolah.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.