Kronologis Penangkapan Penimbun Solar Bersubsidi Warga Desa Kawo

oleh -1245 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Ini truk Honi barang bukti yang digunakan menimbun solar bersubsidi di SPBU Tanak Awu, 14 September 2022.

LOMBOK –  Ini kronologis penangkapan penimbun BBM solar bersubsidi warga asal Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah oleh anggota Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Penangkapan dilakukan setelah kepolisian cukup lama melakukan pengintaian.

Data diperoleh, terduga penimbun solar bersubsidi Lalu Zostera alias Jos warga Dusun Karang Jangkong, Desa Kawo ini ditangkap anggota Polda 14 September 2022 sekitar Pukul 13.30 Wita. Jos ditangkap di sekitar area SPBU 5483508 Tanak Awu, di jalan raya Bypass Bandara Internasional Lombok.

 

Adapun kronologisnya, bahwa pada Selasa 13 September 2022 sekitar Pukul 22.00 Wita, Jos berangkat dari rumahnya menuju SPBU Tanak Awu menggunakan truk Hino kepala warna hijau, bak kayu warna hitam dengan nomor polisi DK 8607 MS. Truk Hino ini diketahui telah dimodifikasi, di dalam bak truk telah disiapkan tangki kapasitas 5 ribu liter.

Baca Juga  Ketua PKC PMII Bali Nusra Puji Keberhasilan Cak Imin

Sementara sampai di SPBU Tanak Awu, Jos meminta petugas operator SPBU untuk mengisikan 77,4 liter solar bersubsidi. Usai diisikan, kemudian pelaku pulang ke rumahnya menggunakan truk tersebut. Tidak lama, Jos kemudian kembali ke SPBU Tanak Awu dengan menggunakan truk Honi yang sama dan mengisi kembali. Data diperoleh, Jos telah melakukan pengisian sebanyak 28 kali pengisian. Setiap pengisian dibayar Rp 400 ribu, sehingga setelah ditotalkan Jos menimbun 3,5 ribu liter solar dengan total pembelian solar Rp 23.800.000.

Selanjutnya, untuk pembelian pada hari kedua tanggal 14 September 2022 Pukul 13.30 Wita, Jos kena apes. Dia ditangkap anggota Polda NTB di dalam area SPBU Tanak Awu.

“Ada barang bukti diamankan juga 3,5 ribu liter BBM jenis solar subsidi. Sekarang ada di belakang kantor (Kejari Lombok Tengah, red),” terang Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Lombok Tengah, Arin Pratiwi Quarta kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis (24/8/2023).

Baca Juga  Pejabat DLH NTB Benarkan Investor Kereta Gantung Belum Kantongi Izin

 

Dijelaskan Arin, saat ini berkas perkara dengan tersangka Jos sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Praya. Status Jos sekarang terdakwa dan sejak lama menjadi tahanan kota semasih kasus ini ditangani Polda NTB, baru perkara itu dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi NTB.

Dijelaskannya, jika dalam satu perkara belum ada putusan inkrah masih bisa banyak model penahanan dilakukan. Diantaranya, tahanan Rutan, tahanan rumah dan tahanan kota. Namun ketika perkara sudah inkrah maka eksekusi cuma satu yakni, badan harus masuk ke dalam Rutan.

Baca Juga  Pelayanan Empat Puskesmas di Lotim Disoroti, Kadis: Kami Perbaiki

Ditambahkannya, Kejari Lombok Tengah menerima pelimpahan berkas perkara dari Kejaksaan Tinggi NTB tanggal 21 Juli 2023. Dalam menerima pelimpahan, Kejari menerima barang bukti berupa satu uni truk Hino nomor polisi DK 8607 MS kepala warna hijau dan bak kayu warna merah.

“Terdakwa ditangkap karena sebagai pembeli dan sendiri, terdakwa mengambil BBM di SPBU Tanak Awu,” ceritanya.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 55 UU  RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.

Arin mengatakan, Rabu (23/82023) merupakan sidang perdana kasus ini yang berlangsung di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah. Selanjutnya, sidang akan digelar Rabu pekan depan dengan agenda mendengar keterangan saksi.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.