Keselamatan Siswa SDN Kelambi Terancam, Pemkab Lombok Tengah Tutup Mata

oleh -1237 Dilihat
FOTO ULFI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seorang guru sedang mengajar siswa SDN Kelambi Desa Pandan Indah, terlihat plafon ruang kelas terancam rubuh, Rabu (30/8/2023).

LOMBOK – Keselamatan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelambi, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah terancam. Kondisi ini disebabkan karena beberapa ruang kelas dalam kondisi rusak berat. Anehnya, sampai dengan saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah belum menindaklanjuti. Pemerintah terkesan tutup mata.

Adapun ruangan yang rusak berat, empat ruang kelas dan satu ruang perpustakaan. Sementara  beberapa tahun belakangan ini belum juga dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

“Mudahan bisa diperbaiki secepatnya, agar anak-anak nyaman belajar di sini,” kata Kepala SDN Kelambi, Indi Prayitna kepada media, Rabu (30/8/2023).

Baca Juga  Bule Asal Belgia Nikahi Guru Honorer di Lombok

Dijelaskannya, dari kondisi gedung sekolah yang tak layak itu terutam terlihat dari atap seng banyak yang berlubang, sebagian jatuh, dinding tembok dan lantai retak-retak, bahkan terangkat dari dasar lantai membuatnya berbentuk miring. Begitu juga plafon ruangan juga rubuh dan jatuh.

Kepala sekolah khawatir, keadaan ini akan lebih parah ketika terjadi gempa bumi. Para murid akan berhamburan keluar dan tidak bisa melanjutkan pembelajaran. Begitu juga nanti saat musim hujan turun, air bisanya tergenang di dalam ruangan, sementara para siswa tidak bisa belajar nyaman.

Baca Juga  Kabar Baik, Gaji PMI di Malaysia Mendekati 5 Juta

“Sebagian besar ruang kelas di sekolah ini mengalami kerusakan. Apalagi saat musim hujan siswa tidak berani masuk ke dalam karena becek,” ceritanya.

 

Terpisah, Wakil Bupati Lombok Tengah H. Nursiah tidak terlalu banyak bicara soal kondisi sekolah rusak. Mantan Sekda Lombok Tengah menyampaikan, dengan adanya temuan kondisi seperti ini yang dikategorikan tingkat kerusakan ringan dan berat berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Begitu juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan evaluasi kebutuhan anggaran tersebut. Sementara jika berbicara besaran anggaran yang digunakan dalam sektor pendidikan yaitu, sejumlah 20 persen.

Baca Juga  Wabup Bersama Kadikes Loteng Turun Pantau Pelayanan Kesehatan

“Itu membutuhkan anggaran yang cukup untuk rehabilitasi dan renovasi,” kata Wabup kepada media singkat.(ufi)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.