Gaji Enam Bulan Macet, Karyawan Bunga Raya Lestari Gembok GWT

oleh -3391 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Sejumlah karyawan dan eks karyawan saat menutup gerbang GWT Timur di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Senin (25/9/2023).

LOMBOK –  Gaji 1.500 karyawan PT. Bunga Raya Lestari dikabarkan macet dibayar oleh perusahaan selama enam bulan. Sejumlah karyawan bahkan eks karyawan ngamuk dan menutup aktivitas di GWT Timur, Senin (25/9/2023). GWT ini tidak jauh dari Bundaran Songgong, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Puluhan karyawan menutup aktivitas di GWT Timur dengan menggembok gerbang pintu keluar masuk. Aksi ini berjalan lama karena para pekerja menuntut ada kepastian pembayaran hak mereka.

“Menurut pengakuan mantan HRD via telpon, dia menyebutkan ada 1.500 jumlah karyawan belum digaji. Termasuk mantan HRD ini,” ungkap mantan karyawan PT. Bunga Raya Lestari, Arfandi Gunawan Rahman saat dihubungi Koranlombok.id, Selasa (26/9/2023).

Baca Juga  Rumah Dirusak, Suherman Warga Mujur Lapor Polisi

Arfandi yang turun aksi Senin kemarin bersama puluhan karyawan lainnya ditemui langsung oleh HRD dan PM dan dijanjikan akan dibayar Kamis (28/9/2023). Setelah mendengar komitmen perwakilan perusahaan, massa kemudian membuka aktivitas di GWT Timur.

“Tapi kalau sampai tidak tepati janji, kami akan turun dengan massa lebih banyak lagi. Banyak di luar sana belum diupah perusahaan,” tegas pria yang pernah bekerja sebagai quality control perusahaan ini.

Dia mengungkapkan, dirinya saja sudah enam bulan belum digaji perusahaan.  Sehingga bulan Agustus dirinya mengundurkan diri di perusahaan tersebut.

Baca Juga  Dilarang Warga, Polisi Akan Tetap Dirikan Pos Keamanan MotoGP

“Kalau alasan pihak perusahaan tidak ada uang saja,” sebutnya.

Dibeberkannya, ia sendiri sudah lama bekerja di perusahaan ini. Mulai ikut membangun proyek jalan APBD Lombok Tengah, jalan di Sekotong, Lombok Barat, proyek jalan dan pembangunan hotel di Labuan Bajo pada momen G20.

 

“Banyak pokoknya proyek Bunga Raya ini, bangun Bendungan Batunampar, Bendungan Surabaya Praya, Bendungan Pandan Duri, Bendungan Senan, sekarang di Gili Mas sedang dikerjakan,” ungkap dia.

 

“Parahnya lagi, saya diberikan gaji bulan Maret Rp 500 ribu ini cas bon dulu katanya,” sambungnya.

Baca Juga  Pembangunan Sirkuit Lantan, Pemkab Ngaku Sudah Berkoordinasi dengan Kementerian

Disamping itu, oleh HRD saat turun aksi Senin kemarin. Setidaknya ada 40 orang karyawan dijanjikan akan diberikan gaji mereka.

“Untuk apa dibanggakan sebuah sirkuit mendunia tapi yang kerja tidak dibayar di sini. Kalau di sirkuit BRL yang mengerjakan perusaahn kami. Tapi kalau sampai Kamis tidak dibayar kami akan aksi langsung,” ancamnya lagi.

Disamping itu, pihak HDR bahkan Direktur PT. Bunga Raya Lestari belum bisa dikonfirmasi. HDR yang dihubungi nomor telpon tidak aktif.(dik)  

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.