Kapolres Loteng Benarkan Ada Perintah Tembak di Tempat

oleh -370 Dilihat
FOTO ISTIMEWA Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat saat turun di jalur bypass didampingi Kabag OPS, belum lama ini.

LOMBOK – Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat membenarkan beredarnya voice note soal perintah tembak di tempat di tengah ada muncul isu penyerangan warga Desa Ketara kepada warga Dusun Kadek, Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Selasa (20/2/2024).

Kapolres menegaskan ini ditujukan bagi kelompok-kelompok yang tidak mengindahkan aparat penegak hukum yang telah memberikan imbauan untuk tidak melakukan penyerangan.

“Kedua, sudah ada korban. Kalau ada beberapa pihak sengaja membawa senjata tajam dan senjata api rakitan dengan niatan mengancam jiwa masyarakat kita lakukan tindakan tegas terukur, tembak di tempat,” katanya tegas kepada media usai meninjau PSU di TPS 27 Lendang Ape, Kecamatan Praya, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga  Dana Taktis Disebut Dokter Langkir Ternyata Sumbernya dari Kontraktor

 

Dia mengatakan sempat bingung darimana tersebarnya voice note. Di dalam voice note itu terdengar perintah kapolres tembak di tempat ketika ada yang tidak mengindahkan imbauan aparat. Selain itu kapolres terdengar meminta pasukan Brimob mempersiapkan pasukannya untuk pengamanan besok harinya.

“Ini sebenarnya sebagai arahan kepada masing-masing kepala dusun untuk membantu aparat TNI dan Polri yang berjaga di lokasi antara Desa Segala Anyar dan Ketare,” katanya.

 

Sementara ini kondisi di Desa Ketare dan Segala Anyar dalam kondisi aman terkendali, sedangkan saat ini pihaknya menyiagakan personel sebanyak 2 satuan setingkat kompi (SSK) dibantu dengan Koramil Pujut.

Baca Juga  Perwakilan Parlemen Australia Kunjungi Olahan Kopi PEKKA ‘Pada Mele’ di Desa Sukamulia

“Mudahan kondusifitas yang sekarang ini bisa aman kedepan, personel masih di sana sampai dengan islah terlaksana,” tegasnya.

 

Pada Selasa lalu lanjut kapolres, beruntung tidak ada korban karena massa antar dua desa tidak bertemu. Ditegaskan lagi, alasan dikeluarkan perintah tegas tersebut karena sudah ada dua korban jiwa selama bentrokan antar dua desa.

 

“Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” kata kapolres.

 

Sebelumnya beredar suara Kapolres Lombok Tengah di grup-grup whatsapp. Dalam rekaman tersebut pihaknya meminta kedua pihak untuk menanahan diri.

Baca Juga  Bule Asal Belgia Nikahi Guru Honorer di Lombok

“Kita sudah sampaikan berkali-kali kedua belah pihak tahan diri, tahan diri, yang kita jaga ini Lombok Tengah malu kita sama orang luar Lombok Tengah,” katanya.

Dalam rekaman tersebut dirinya juga mengatakan selama dua minggu pihaknya melakukan pengamanan belum ada tanda kedua desa berdamai. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena kisruh antar dua desa.

“Saya aja yang orang luar Lombok Tengah sayang sama Lombok Tengah nggak mau Lombok Tengah kisruh,” tegas kapolres lagi.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.