Tuan Rumah PON 2028, Pemkab Loteng Lobi Sejumlah Cabor

oleh -347 Dilihat
FOTO JAPAR TIM DOK PANITIA Tim voli Eka Mandiri Vs Yuso saat terlibat saling serang pada malam final, Minggu malam (15/10/2023) di GOR Poltekpar Lombok pada momen LIVOLI Divisi 1.

LOMBOK – Kabupaten Lombok Tengah berpeluang besar menjadi tuan rumah tempat terselenggaranya perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Sekarang tahap lobi-lobian dilakukan agar Lombok Tengah dipilih sebagai venue berlangsungnya sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) lainnya.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Lombok Tengah, Lalu Wiranata menegaskan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) teknokratik bakal dibahas tahun 2024.

Bahkan ia menyampaikan, siapapun yang menjadi bupati pada Pilkada 2024 harapnya bisa tetap menjalankan RPJM teknokratik tersebut. Sementara ini bakal disiapkan selama 4 tahun untuk perbaikan sejumlah venue olahraga.

 

“Termasuk GOR Tastura, beberapa lokasi di Kuta dan Lancing serta akses jalan sudah mulai kita pikirkan. Karena rencananya PON 2028,” terangnya kepada media, Senin (4/3/2024).

Baca Juga  Soal Kecimol, Begini Sikap Wakil Ketua Dewan Mayuki

Dibeberkannya, bakal ada delapan venue untuk delapan Cabor yang akan dipertandingkan di Lombok Tengah. Namun ini akan dibahas dahulu dalam Musrenbang kabupaten dan DPRD terkait berapa anggarannya yang akan digelontorkan.

“Kita siapkan pembangunan di tahun 2025, 2026, 2027,” bebernya.

Disampaikannya, sejumlah Cabor yang sudah pasti digelar di Lombok Tengah antara lain, olahraga air seperti jetsky dan paralayang. Sementara olahraga lainnya masih dalam tahap lobi. Sementara rencana pembangunan stadion atau gedung olahraga standard internasional sampai detik ini belum ada.

“Voli rencana di sini kayaknya, tapi masih tahap lobi kita juga minta grasstrack di sini,” ungkapnya.

Baca Juga  Dakwaan untuk Mantan PPK RSUD Praya Kabur dan Tidak Jelas

Pada tahun 2026 paling tidak sejumlah jalan untuk keperluan logistik PON sudah selesai dibangun, sementara itu penataan UMKM seperti memberikan standard nasional terhadap produk-produk lokal juga penting.

Untuk itu pihaknya pada bulan Maret ini membuka Kantor Layanan Teknis Badan Standard Nasional di Gedung Pusat Layanan Terpadu Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PLUT – UMKM), Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat.

“Harus berstandar nasional ini untuk PON, kalau ngak begitu ditolak kita,” tegasnya.

 

Terpisah, Kepala Bidang Olahraga Dispora Lombok Tengah Lalu Rusdi menyampaikan, pada momen PON tahun 2028 NTB dan NNT akan jadi tuan rumah. Belum lama ini pihak dari provinsi turun melakukan kroscek rencana akan dijadikan Lombok Tengah sebagai venue kegiatan PON.

Baca Juga  Lima Orang Dibantai, Dua Dibakar Hidup-hidup Karena Isu Penculikan Anak di NTB

Dijelaskan dia, Lombok Tengah akan mendapatkan delapan venue, diantaranya GOR Tastura bakal digunakan tekwondo, balapan kuda di Kelurahan Sasake, para layang di Skylancing, voli pasir di Senek Kuta, voli indoor di GOR Poltekpar Lombok, balapan motor di Sirkuit Mandalika, sepatu roda di Sirkuit Mandalika dan Cabor lainnya.

“Tapi sepatu roda bisa juga di depan Kampus IPDN karena masih bisa berubah, yang penting mulus lintasan,” katanya, Selasa (5/3/2024).(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.