LOMBOK – Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Ramdan menanggapi kasus tiga santri yang diduga dibakar oleh kakak kelasnya di Ponpes Raudatusaulatiyah Al-Ibrahimy NW, Dusun Sengkol II, Desa Aik Darek, Batukliang, November 2025.
Ramdan meminta pimpinan ponpes membuat detail sistem pengawasan sehingga hal tersebut tidak lagi terjadi. Apalagi, para santri diharapkan oleh orang tua mereka menjadi berkahlak dan sukses membanggakan.
Politikus Gerindra ini menyebutkan, DPRD Lombok Tengah juga akan merencanakan duduk bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag) serta perwakilan organisasi atau asosiasi pondok pesantren.
“Nanti kita memanggil mereka, kami hanya memastikan berdiskusi kepada mereka apa yang menjadi keluhan Ponpes kok kita kebablasan dan DPRD lewat sana akan melakukan intervensi, kalau misal membutuhkan CCTV misalnya karena Perda pesntren kami sudah punya dan mereka bisa mengakses program APBD,” ungkapnya saat ditemui media, Minggu malam 7 Juni 2026.
Sementara itu peran pengawasan tak hanya dilakukan oleh satu lembaga, tetapi dilakukan bersama – sama dengan seluruh masyarakat. Lembaga – lembaga yang menangani kasus ini juga telah memiliki bagian masing – masing baik dari segi pendampingan hukum maupun psikologis.
Soal regulasi, di NTB pondok pesnatren sangat banyak bermunculan, sehingga perlu disikapi tentang sistem pengawasan serta soal aturan boleh berdirinya Ponpes. Sebab, rata – rata kasus kekerasan terjadi di lembaga yang belum lama berdiri.
Keberadaan Ponpes di suatu wilayah, kata Ramdan, juga biasanya Eksklusif dan seolah tidak bisa dipantau oleh kepala wilayah ataupun masyarakat untuk pemantauan dalam hal ini harusnya pihak Ponpes untuk terbuka.
Ia menekankan agar wali santri aktif mengunjungi buah hati mereka selama di Ponpes, memantau perkembangannya. Sebab, tidak selamanya situasi di Ponpes dianggap aman, apalagi pimpinan ponpes biasanya memiliki kesibukan tersendiri dan mendelegasikan tugas pengawasan kepada pengasuh atau pengajar lainnya.
“Saya berharap wali santri juga walaupun telah serahkan anak kita ke Ponpes, harus menanyakan setiap kunjungan dan melihat perkembangan anak juga harus peka,” tegas Ramdan.(nis)







