SMPN 9 Satap Pujut Mengancam Keselamatan Siswa dan Guru

oleh -553 Dilihat
FOTO TANGKAP LAYAR / Ini kondisi sebagian gedung SMPN 9 Satap Pujut yang terancam roboh.

 

 

 

 

LOMBOK – Kondisi gedung SMPN 9 Satap Pujut di Dusun Kener, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mengancam keselamatan siswa dan guru.

Sekitar Januari – Februari 2026, ruang Kelas VI SD ambruk akibat kayu penyangga yang sudah lapuk. Dalam insiden itu, tidak ada korban jiwa karena para siswa sedang berada di luar kelas saat jam istirahat.

Jumlah peserta didik di sekolah itu terdiri dari 125 siswa SD dan 86 siswa SMP. Salah seorang guru, Nambun menceritakan bangunan tersebut ambruk saat jam istirahat sekitar pukul 09.00 WITA akibat kondisi kayu yang sudah lapuk.

 

“Ambruknya bangunan pada saat anak-anak keluar main dan cuma satu kelas. Sampai sekarang yang kelas lima juga mau ambruk,” ungkap Nambun saat dikonfirmasi Koranlombok.id melalui sambungan telepon, Selasa, 23 Juni 2026.

 

Setelah kejadian itu, para siswa kelas VI terpaksa dipindahkan untuk belajar di ruangan lain. Sementara sebanyak 19 siswa kelas VI harus dipindahkan ke ruang sebelah, sehingga proses belajar mengajar menjadi kurang optimal karena harus berbagi ruangan.

 

“Pihak sekolah langsung melaporkan ke Dinas Pendidikan dan katanya akan dapat program revitalisasi,” tuturnya.

Baca Juga  Mi6: Kesalahan Fatal Memakai Strategi Politik 'Hitam'

 

Kepala SMPN 9 Satap Pujut, Anap mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut karena dirinya baru beberapa bulan bertugas di sana.

“Saya baru pindah ke sini. Teman-teman sudah pindah ruangan yang semula ruang guru bersamaan dengan perpustakaan. Namun karena semakin lama kondisinya semakin rusak dan gentengnya berjatuhan serta berpotensi roboh, akhirnya mereka pindah ke ruang kelas B bagian atas,” ujarnya.

 

Anap menjelaskan, ruangan yang rusak tersebut merupakan ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang tata usaha yang berada dalam satu bangunan. Selain itu, sejumlah ruangan lain juga sudah tidak layak digunakan.

Katanya, banyak ruangan yang tidak dipakai karena kondisinya rusak. Mulai dari kayu bangunan yang lapuk, genteng berjatuhan, plafon retak, tembok mengalami keretakan, hingga pintu yang tidak dapat ditutup dengan baik.

 

“Awalnya, kata teman-teman memang sekitar beberapa tahun lalu banyak ruangan yang mulai tidak layak. Sedikit demi sedikit kerusakannya bertambah. Untuk menghindari kondisi yang lebih parah dan memakan korban, akhirnya dipindahkan ke ruangan lain yang lebih layak,” katanya.

 

Meski demikian, Anap menegaskan proses belajar mengajar tetap berlangsung walaupun penuh keterbatasan. Bahkan, para siswa sempat belajar di lantai karena meja dan kursi yang tersedia tidak layak digunakan.

Baca Juga  Kadispar NTB Bocorkan Hasil Rapat Dengan Kemenko Marves

“Kondisinya Alhamdulill kita bisa memesan meja agar anak anak tidak belajar di lantai,” ujarnya.

 

Anap menceritakan bahwa sekitar seminggu setelah dirinya bertugas di sekolah ini, saat musim hujan kondisi bangunan SD juga mengalami kerusakan dengan genteng yang berjatuhan di ruang yang ditempati siswa kelas VI. Akibatnya, para siswa dipindahkan ke ruang laboratorium.

Ia menegaskan bahwa bangunan yang paling mengkhawatirkan merupakan ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang perpustakaan yang berada dalam satu ruangan.

 

“Itu menyatu menjadi satu ruang yang disekat-sekat. Kemarin ketika kita melihat kondisinya, agak khawatir untuk masuk ke sana karena keadaannya memang seperti itu,” katanya.

 

Menurutnya, proses belajar mengajar memang tidak sampai terhambat, tetapi belum berjalan optimal. Ia menambahkan bahwa kondisi ruang kelas juga sama-sama mengkhawatirkan, tetapi masih tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

 

Terkait koordinasi ini, Anap mengatakan pihak sekolah terus melaporkan berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi melalui sistem Dapodik.

Saat ini pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait. “Saat ini kita masih menunggu eksekusi untuk perbaikan dan saya juga tetap berkoordinasi dengan Pak Kadis melalui forum MKKS,” ujarnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Lombok Tengah Dilantik 28 Agustus, Berikut Daftar Namanya

 

 

 

Anap berharap pemerintah dapat segera menyediakan sarana dan prasarana yang memadai agar proses belajar mengajar lebih nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut.

 

“Yang jelas kita ingin sarana yang memadai untuk kenyamanan siswa serta menjadi daya tarik bagi orang tua agar mau menyekolahkan anak-anaknya,” pungkasnya.

 

 

Tanggapan Kepala Disdikbud Loteng

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Lalu Idham Khalid mengungkapkan terkait kondisi SMPN Satap 9 Pujut kemarin sudah mendapatkan program revitalisasi namun karena ada kisruh manajemen di sana akhirnya distop dan akan diusulkan kembali.

 

 

“Mudahan tahun ini tidak ada kendala sehingga bisa dikerjakan,”  harapnya.

Terkait kekhawatiran wali murid serta pihak sekolah, Kata Idham, memang adanya kekhawatiran di sana karena kondisinya. Namun walaupun begitu pihaknya menyarankan untuk memakai bangunan yang kondisinya masih bagus dan tidak menggunakan bangunan yang rusak.

 

Ia mengungkapkan tidak ada kendala terkait proses pengusulan. Namun, saat ini hanya menunggu hasil verifikasi dari kementerian.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.