LOMBOK — Lautan manusia mulai dari kalangan jemaah, santri hingga masyarakat mengantarkan almarhum TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin atau Datok Bagu ke tempat peristirahatan terakhirnya pada Jumat sore, 16 Oktober 2026. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman ulama kharismatik ini yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok guru dan panutan bagi para santri serta masyarakat.
Sebelum prosesi pemakaman berlangsung, para jemaah tampak memadati area tempat pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok guru dan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.
Almarhum dimakamkan di samping masjid Asrama Putri Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu. Lokasi ini menjadi tempat peristirahatan terakhir sang ulama setelah puluhan tahun mengabdikan diri dalam membina santri dan memperjuangkan pendidikan agama.
Kepergian Datok Bagu meninggalkan duka mendalam bukan hanya bagi keluarga besar Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, para santri, alumni melainkan seluruh masyarakat NTB pada umumnya.
Di lokasi pemakaman, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengenang Datok Bagu sebagai sosok yang teduh dan mempersatukan. Hal itu dirinya sampaikan saat memberikan sambutan atas nama Pemerintah Provinsi NTB.
“Meninggalnya Tuan Guru Bagu ini adalah kehilangan besar, bukan hanya buat keluarga beliau, buat NTB juga, dan bahkan bukan hanya buat NTB tapi buat Indonesia kehilangan. Dan beliau ini kiai sepuh yang dikenal selama ini sebagai kiai yang selalu mengayomi dan meneduhkan. Ketika terjadi krisis, ketika terjadi perpecahan, beliau ini selalu hadir sebagai penyatu,” kata Iqbal.
Iqbal mengungkapkan kenangan mendalam saat almarhum berkunjung ke pendopo tanpa memberitahukan kedatangannya terlebih dahulu. Kedatangan Datok Bagu kala itu khusus untuk menyampaikan dan memberikan amalan doa agar dibaca tiga kali sehari.
“Radhitu billahi rabba, wa bil-Islami dina, wa bi-Muhammadin nabiyya wa rasula,” ucap Iqbal.(hil)





