Lansia Diduga Ceburkan Diri ke Sumur di Kopang

oleh -438 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Proses evakuasi korban oleh Tim Gabungan SAR salah satu sumur di Dusun Ontok Timuk, Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Senin 29 Juni 2026.

 

 

LOMBOK – Seorang lanjut usia (Lansia) perempuan bernama, Fatimah usia 67 tahun tewas di dasar sumur sedalam 18 meter di Dusun Ontok Timuk, Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin 29 Juni 2026. Korban sebelumnya sempat dinyatakan hilang sejak Minggu, 28 Juni 2026 sekitar 18.30 Wita. Korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan SAR, Damkartan, BPBD serta masyarakat setempat.

 

 

 

Kepala Desa Pajangan Samiun menceritakan, dirinya menerima informasi terkait keberadaan korban sekitar pukul 06.00 Wita dari Ketua BKD setempat.

“Begitu saya mendapatkan informasi tersebut saya langsung menghubungi pihak terkait supaya cepat dievakuasi,” katanya kepada media.

Baca Juga  Terdakwa Penimbunan Solar Bersubsidi 3,5 Ribu Liter Tidak Ditahan Jaksa

Kades Samiun menjelaskan korban masih memiliki suami dan selama ini menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. Meski demikian, korban disebut memiliki sedikit tekanan jiwa.

 

“Kalau dari sisi gelagat yang mencurigakan tidak ada. Memang kondisinya seperti biasa saja dikehidupan sehari-harinya sehingga ini merupakan kecelakaan murni,” katanya.

Menurut Samiun, korban terakhir kali terlihat berada di rumah pada Minggu sore dalam kondisi normal. Namun setelah waktu salat Magrib, korban diketahui menghilang sehingga pihak keluarga bersama warga melakukan pencarian hingga dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 Wita, tetapi belum membuahkan hasil.

Baca Juga  Penyaluran Bansos Versi DTSEN Sempat Terlambat di Lombok Tengah

 

“Kemudian ada muncul semacam bau di sini sehingga anak korban merasa was-was. Pagi harinya dilakukan pengecekan dan ternyata korban ditemukan berada di dasar sumur,” ujarnya.

 

Menurut Samiun, kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang berbeda sekitar 10 tahun lalu dan menelan dua korban jiwa akibat paparan gas di dalam sumur.

“Saya menyampaikan kepada masyarakat agar jangan ada yang turun karena takutnya ada gas di dalam sumur. Setelah tim SAR melakukan evakuasi ternyata memang masih terdapat gas di dalam sumur,” ceritanya.

Baca Juga  Daftar Nama 50 Anggota Dewan Lotim Terpilih Hasil Pemilu 2024

 

 

Koordinator Tim Rescue Kantor SAR Mataram, I Kadek Agus Ariawan mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 08.15 Wita dari petugas Damkar Lombok Tengah. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung menuju lokasi untuk melakukan survei kondisi sumur dan menyiapkan peralatan evakuasi.

Kadek menjelaskan, proses evakuasi harus dilakukan secepat mungkin mengingat keterbatasan waktu penggunaan alat bantu pernapasan atau Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) yang hanya bertahan sekitar 20 menit.

“Proses evakuasi dan berhasil kami selesaikan dalam waktu sekitar tujuh menit,” ujarnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.