Bukit di Mandalika Dikeruk, Menhut Raja Juli: Nanti Kita Tertibkan

oleh -1648 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni menunjukkan bibit di Pusat Persemaian Mandalika, Jumat (16/5/2025).

 

LOMBOK – Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni buka suara terkait maraknya pengerukan gunung dan bukit di sekitar Kawasan Mandalika. Respons ini disampaikan Sekjen PSI saat meninjau Persemaian Mandalika di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Jumat (16/5/2025).

 

Diketahui banyak kawasan gunung dan hutan di sekitar Mandalika kini gundul. Lokasi itu disulap menjadi tempat pembangunan villa diduga tanpa izin.

“Ya nanti coba kita lihat dengan Pak Sekda nanti kita coba tertibkan, intinya pembangunan tidak boleh berhenti tetapi juga hutan harus tetap lestari,” katanya tegas.

Baca Juga  Produksi Menipis, Garam Madura Masuk Pasar Lombok

 

Disampaikan Raja Juli, sekarang pihaknya meninjau Pusat Persemaian Mandalika yang diklaim bisa memproduksi bibit tanaman dengan kapasitas 1 juta bibit dan maksimal bisa sebanyak 5 juta bibit. Menteri berharap, Persemaian Mandalika dapat menjadi pusat penghijauan di Provinsi NTB

“Kita punya tiga persemaian lainnya di Dompu, Sumbawa dan Lombok Timur dengan kapasitas 1 sampai 1,5 juta bibit,” ujarnya.

 

Bukan soal gunung dan bukit yang dikeruk, Raja Juli menanggapi terkait maraknya alih fungsi lahan hutan sebagai lahan pertanian jagung. Ia mengatakan, sistem agroforesty bisa menjadi solusi terkait masalah alih fungsi lahan.

Baca Juga  Cerita dari Keberadaan Makam Embung Puntik di Desa Sengkerang Lombok

“Sebenarnya pola agroforesty ya itu sangat baik untuk dilakukan jadi ada tegaka pohon yang ditanam berupa hasil hutan bukan kayu seperti alpukat, durian atau kayu-kayuan juga tapi kemudian di sela-selanya itu bisa tanam jagung atau tumbuhan apapun, kalau dikombinasikan dengan baik bisa dimaksimalkan,” yakinnya.

 

Dikatakannya, dengan sistem agroforesty kesuburan tanah akan terjaga dan dapat menjaga dari longsor dan banjir saat musim penghujan.

Baca Juga  Jelang Mutasi Pejabat, Pimpinan DPRD Ingatkan Pathul-Nursiah

 

 

Maka dengan itu, Kementerian Kehutanan sedang mendorong pola bisnis kepada masyarakat dari menebang menjadi menanam.  Sementara itu pada pertemuan tersebut, pihaknya telah bertemu dengan perwakilan sejumlah kelompok tani, yang telah berhasil mengembangkan progran kebun bibit rakyat (KBR).

“Jadi mereka menanam bibit juga dari mereka, dipot di lahan milik kementerian. Alhamdulilah ada yang sampai bisa naik haji, tadi juga hasil alpukat luar biasa 2 ribu ton nanti kita coba hilirisasi,” pungkasnya.(nis)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.