Kecewa dengan Panitia Fornas NTB, Apa Benar Gubernur Datangkan 50 Kendaraan Listrik?

oleh -1912 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Massa aksi yang tergabung dalam Organda Lombok Tengah saat aksi di depan bundaran Bandara Lombok, Senin (21/7/2025).

 

 

LOMBOK  – Puluhan sopir dan pelaku usaha transportasi lokal yang tergabung dalam Organisasi angkutan Darat (Organda) Lombok Tengah, melakukan aksi di bundaran depan Bandara Internasional Lombok (BIL), Senin (21/7/2025).

Aksi ini dilakukan buntut dari kekecewaan mereka terhadap pembatalan sepihak kerja sama transportasi untuk event festival olahraga masyarakat nasional (Fornas) 2025 di NTB, oleh panitia Fornas.

 

Ketua Koperasi Rinjani, Lalu Toni menyampaikan bahwa sebelumnya masyarakat telah dijanjikan kuota 100 unit kendaraan roda empat untuk mendukung mobilisasi peserta dan tamu Fornas. Mendekati hari pelaksanaan, kerja sama tersebut dibatalkan secara sepihak tanpa alasan jelas.

 

“Kami sudah melengkapi seluruh persyaratan dari panitia, mulai dari usia kendaraan, KTP, SIM, hingga pajak. Tapi tiba-tiba dibatalkan. Kami sangat kecewa,” ungkap Toni kepada media usai aksi.

 

Lebih mengecewakan lagi, kata Toni, informasi yang diterima jika Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal akan mendatangkan 50 unit mobil listrik dari luar daerah seperti, Bali dan Jakarta. Termasuk akan menerima sumbangan 25 unit kendaraan dari perusahaan Bluebird. Sementara dari total 100 unit kendaraan yang diminta awalnya, tujuh unit yang dialokasikan untuk sopir lokal.

Baca Juga  Pansus DPRD Loteng, Kades Kompak Tolak Pilkades E-Voting

 

“Ini sama saja membunuh kami pelaku usaha lokal. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi di kawasan bandara, kami tidak bisa menjamin situasi akan tetap kondusif,” tegasnya.

 

Toni mengungkap bahwa koperasi telah mendata anggota dan bahkan mengumpulkan uang muka sebesar Rp 500 ribu per unit.

 

“Semua syarat sudah kami penuhi. Tapi pembatalan justru disampaikan hanya lewat pesan WhatsApp. Ini tidak etis dan sangat merugikan kami,” katanya kesal.

 

Dia menilai keputusan panitia Fornas sangat tidak adil. Menurutnya, masyarakat lokal semestinya menjadi prioritas utama dalam program transportasi yang menggunakan dana atau sumber daya publik, bukan justru dikalahkan oleh kendaraan sumbangan dari luar daerah.

Baca Juga  Dewan Rifa’I Beberkan Utang Dikbud Lombok Tengah 12,7 M kepada Kontraktor

 

Dibeberkan Toni, pendaftaran awal dikoordinasikan oleh Organda NTB dan dilimpahkan ke Organda Lombok Tengah. Dimana pembukaan pendaftaran sejak Mei lalu. Namun di tengah persiapan yang sudah berjalan, pembatalan diumumkan secara tiba-tiba.

 

“Kalau tidak ada kejelasan dari panitia, kami akan lakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.,” ancamnya.

 

 

Ditambahkan Ketua Koperasi Lombok Baru, Lalu Basir mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intens dengan panitia sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, mereka telah menerima format model perekrutan dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang diminta.

 

“Kami sudah berbulan-bulan melakukan pendekatan. Semua syarat sudah kami penuhi. Tapi tiba-tiba program ini dibatalkan secara sepihak tanpa pemberitahuan,” kesalnya.

 

Basir menyebut bahwa jasa transportasi lokal yang berada di lingkar bandara seolah tidak dianggap keberadaannya oleh panitia Fornas.

 

Terkait  adanya sumbangan kendaraan dari beberapa pihak, dia menilai pernyataan tersebut hanya sebagai  bahasa pelemahan dan memperdaya pengusaha lokal.

Baca Juga  Satu Pelaku Pemerkosaan di Praya Barat Daya Belum Berhasil Ditangkap

 

Dia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan yang berlangsung malam sebelumnya, tidak ada satu pun kesepakatan yang dicapai.

“Hasilnya nol, zonk. Tidak ada solusi dari panitia,” katanya kesal lagi.

 

Lalu Basir mendesak panitia Fornas agar turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan sikap resmi mereka kepada pihaknya. Ia menegaskan bahwa masyarakat akan tetap melanjutkan aksi jika belum ada kejelasan terkait janji tersebut.

 

“Kalau belum ada kejelasan, kami akan aksi lagi,” ancamnya.

Selama aksi dilakukan ini, tidak ada pihak terkait yang menerima massa aksi. Aksi akan dilakukan dalam waktu dekat dengan massa lebih besar. Massa aksi kemudian membubarkan diri.

Disamping itu Kepala Diskominfotik Provinsi NTB, Yusron Hadi yang dihubungi Koranlombok belum ada respons sampai berita ini ditayangkan.(hil/dik)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.