LOMBOK – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah, H.Lalu Idham Khalid merespons adanya permintaan sumbangan dana untuk perayaan HUT RI ke-80 yang menyasar sekolah dan guru. Kabar ini baru ditemukan di dua kecamatan. Yakni, Pujut dan Praya Barat.
Idham Khalid menegaskan, tidak ada permintaan iuran untuk memeriahkan peringatan HUT RI. “Itu swadaya mereka tidak ada paksaan,” kata Idham di kantor bupati, Rabu (6/8/2025).
Idham menerangkan, terkait dengan anggaran untuk memeriahkan peringatan HUT RI. Dia mengungkapkan jika dana telah disiapkan oleh pemerintah daerah bahkan pemerintah kecamatan.
“Sudah ada dananya itu,” jawabnya singkat.
Sebelumnya sempat heboh beredarnya surat dari panitia perayaan HUT RI ke-80 yang meminta sumbangan dana dari masing-masing lembaga pendidikan di Kecamatan Praya Barat. Masing-masing tingkat lembaga pendidikan dipatok. PAUD dan TK Rp 150 ribu, SD 350 ribu dan SMP/MTs Rp 500 ribu.
Untuk di Kecamatan Pujut, guru PNS dan P3K jadi sasaran dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok sumbangan dana perayaan HUT RI. Guru diminta sama-sama mengeluarkan Rp 50 ribu. Permintaan ini dikuatkan dengan surat dilayangkan panitia perayaan HUT RI tingkat kecamatan setempat kepada masing lembaga pendidikan.(hil)





