“MUSIM HUJAN YANG SELALU MENGHANTUI DESA KUTA SETIAP TAHUNNYA”

oleh -496 Dilihat

 

 

Penulis : Septia Anggraeni / Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram

 

MUSIM hujan menyebabkan banjir setiap tahun  di wilayah Desa Kuta Mandalika dan sekitarnya. Banjir tersebut biasanya terjadi pada bulan Desember hingga februari, pada akhir februari kemarin banjir kembali melanda kawasan tersebut. Peristiwa ini merendam tujuh dusun, yaitu Dusun Kuta I, Dusun Baturiti, Dusun Mengalung, Dusun Merendeng, Dusun Rangkap I, Dusun Aik Lengis, dan Dusun Sekar Kuning. Air banjir menggenangi berbagai fasilitas umum dan permukiman warga dengan ketinggian antara 20 hingga 60 sentimeter.

Banjir yang terjadi sering merendam rumah warga, sekolah, hotel, villa, homestay, serta jalan bypas yang menjadi akses utama masyarakat. Selain itu, hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik, serta merusak tembok rumah warga dan tiang listrik. Kondisi tersebut menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat dan memperlambat mobilitas kendaraan di wilayah terdampak. Intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir, namun faktor lain seperti drainase yang kurang memadai dan pembangunan infrastruktur yang pesat di kawasan Kuta Mandalika juga turut memperparah kondisi tersebut. Pembangunan yang tidak memperhatikan sistem resapan air menyebabkan air hujan sulit terserap ke dalam tanah.

Baca Juga  Manis Sesaat, Derita Panjang: Ancaman Diabetes pada Generasi Muda

Tim Basarnas bersama petugas terkait melakukan penanganan dengan membersihkan pohon tumbang yang menghalangi jalan, termasuk di depan Starbucks Kuta Mandalika. Petugas juga melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang terdampak banjir untuk memastikan kondisi tetap aman. Air yang menggenangi jalan dan gang di beberapa dusun perlahan mulai surut setelah hujan berhenti, sehingga lalu lintas kembali berjalan normal.

Baca Juga  Dapur Terancam Mati, Gas Elpiji Langka Warga Antre Tanpa Kepastian

Kapolsek Kawasan Mandalika, IPTU Kadek Angga Nambara, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun banjir menyebabkan kerugian materiil bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi serta drainase yang tersumbat menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat, menghindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, serta mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan deras. Selain itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam memperbaiki sistem drainase dan meningkatkan kesadaran lingkungan guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Baca Juga  Bau Nyale: Perpaduan Mitos dan Wisata

Pentingnya masyarakat selalu waspada banjir saat musim hujan dan menjaga kebersihan lingkungan.

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.