Kisah Pilu Murnah untuk Bertahan Hidup Melawan Penyakit Kulit di Lombok Tengah

oleh -1567 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Ini Murnah wanita asal Dusun Kumbak Dalem, Desa Setiling, Batukliang Utara, Lombok Tengah mengalami penyakit kulit sejak kecil.

 

 

 

LOMBOK – Murnah seorang wanita asal Dusun Kumbak Dalem, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Wanita 38 tahun ini mengalami penyakit yang menyebabkan kulitnya terkelupas, jari-jarinya turut hilang.

Akibat dari penyakit yang diderita Murnah, ia tidak bisa memperoleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik karena tidak memiliki sidik jari. Selain itu, kondisi mata kiri kian memutih, sehingga perekaman data KTP menggunakan iris juga sulit dilakukan.

 

Kepada jurnalis Koranlombok.id, wanita ini menceritakan penyakit yang dialaminya sejak masa kecil dan kondisi hanya diketahui oleh tetangga dan orang dekat saja.

 

“Belum pernah sama sekali ke rumah sakit soalnya baru viral dan ditau oleh orang – orang, kalau sakit biasanya ya di rumah saja, kalau terlalu sakit baru saya pergi besuntik (suntik, red),” tuturnya saat ditemui di rumahnya, Selasa 2 Juni 2026.

 

Selama ini dirinya bertahan hidup dari penghasilan sang suami yakni, Muhammad Saleh. Suaminya seorang buruh serabutan, namun karena usia suaminya telah memasuki 81 tahun sering sakit-sakitan. Dia terpaksa bersama keluarga mengandalkan belas kasih dari tetangga terdekat.

Baca Juga  Kapolres Loteng Klarifikasi Ketidak Hadirannya di Acara Menpan-RB

Selama ini bantuan baik berupa sembako ataupun bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah, Murnah belum pernah menerima. Murnah dan Saleh hanya tinggal dengan putra semata wayang mereka yang saat ini bakal masuk ke jenjang Madrasah Tasanawiyah (MTs).

 

Karena kondisi tangan yang sakit juga membuat dirinya kesulitan menjalankan aktivitas sehari – hari, jangankan untuk memasak untuk makan saja ia butuh bantuan dari anak atau suaminya.

 

“Saya sekarang tidak bisa bekerja pak, saya juga tidak bisa makan kalau tidak disuapin sama anak saya,” katanya dengan nada sedih.

 

Rumah yang ditempati Murnah bersama keluarga kecilnya, tidak sedang baik-baik saja. Ia sempat mengalami roboh akibat bencana gempa pada tahun 2018 silam dan dirinya mendapatkan bantuan rumah tahan gempa, namun fasilitas kamar mandi dan toilet sampai saat ini masih dalam kondisi rusak dan terpaksa keluarganya numpang di toilet milik tetangga sekitar.

Baca Juga  Tuan Rumah PON, Dewan Minta Bupati Perhatikan GOR Tastura

 

Dia berharap kedepan bagaimana bisa terus sehat dan bisa merawat dan membesarkan putra semata wayangnya, sebelum Murnah viral di sosial media. Dia  bercerita juga jika tidak bisa membelikan pakaian seragam sekolah, namun karena keinginan kuat putranya ia hanya bisa berdoa dan pasrah.

 

“Ibu saya mau tetap bisa sekolah karena kalau tidak sekolah saya malu dengan teman – teman, apa yang bisa dilakukan kalau tidak sekolah, katanya ke saya,” katanya menceritakan curhatan si anak.

 

Pada saat duduk di bangku SD, putranya sempat mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena bantuan ini bersama keluarga kecilnya ia bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari. Tapi itu tidak bertahan lama.

“Untuk sehari hari saja tidak ada karena kita tidak ada pekerjaan, jarang juga dia bawa uang saku,” katanya bercerita.

Baca Juga  Masa Kampanye Dimulai, Kota Mataram Harus Tetap ‘Harum’

 

Sementara, Sekretaris Desa Setiling, Lalu Nurman mengatakan soal bantuan secara khusus memang belum bisa diberikan karena Murnah tidak memiliki KTP akibat kondisinya.

Pada hari Senin kemarin, pihaknya akan meminta kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lombok Tengah untuk membuatkan kartu keluarga dan KTP, mengingat semua jenis bantuan berpatokan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

 

“Mungkin dari sana juga kita bisa mengusulkan bantuan lainnya, BPJS kesehatan berbasis data penduduk biar tercover. Paling tidak kalau misalnya tidak bisa diambil data biomteriks tetapi bisa dikeluarkan NIK,” ujarnya.

 

Pihaknya di Pemdes akan mengusahakan pemberian sembako mengingat kondisi keluarga tersebut yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari, begitu juga soal kebutuhan kesehatan berkala mereka sekeluarga agar mendapatkan atensi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan lembaga lainnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.