LOMBOK – Masyarakat di Pulau Lombok merasakan cuaca dingin akhir-akhir ini. Bahkan per hari ini suhu cuaca paling dingin berkisar 18 derajat celsius. Hal ini disampaikan Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi BMKG Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid, Siti Nur Zulaichah kepada koranlombok.id, Senin 1 Juni 2026.
Kata Zulaicha, ada beberapa faktor yang menyebabkan cuaca dingin terjadi. Pertama minimnya tutupan awan di siang atau sore hari.
“Sehingga pada malam hari, panas yang diserap bumi pada siang hari akan lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer dengan sangat cepat atau radiasi balik tanpa adanya penghalang yaitu awan,” katanya.
Selain itu cuaca dingin dikarenakan kelembaban udara yang rendah, sehingga permukaan bumi tidak bisa menahan panas lebih lama setelah matahari terbenam. Alhasil, udara dingin dari lapisan atmosfer atas lebih mudah turun ke permukaan.
Termasuk juga dikarenakan pergerakan angin di wilayah NTB sudah memasuki monsun Australia yang membawa massa udara bersifat kering, sehingga mendukung kondisi cuaca tersebut.
“Pada umumnya cuaca dingin berlangsung selama musim kemarau, adapun puncak musim kemarau di wilayah NTB diprediksi terjadi pada Juli sampai dengan September 2026,” bebernya.
Sementara itu prediksi cuaca hari ini di wilayah NTB , sambing Zulaichah, yaitu cerah hingga berawan. Namun kendati demikian potensi terjadinya hujan di musim kemarau tetap ada, namun intensitasnya lebih rendah dibandingkan pada saat musim hujan.
Sedangkan dampak El Nino yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang terhadap wilayah Indonesia, khususnya Pulau Lombok di antaranya penurunan curah hujan, resiko kekeringan dan gangguan sektor pertanian.
Ia berpesan kepada masyarakat untuk menjaga ketersediaan sumber daya air secara optimal dan mengatur penggunaan irigasi secara efektif.
“Selain itu juga mengantisipasi potensi dampak kekeringan terhadap sektor kebersihan, kesehatan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.(nis)





