LOMBOK – Sopir pribadi eks pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah inisial M diperiksa penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Lombok Tengah pada Selasa, 29 September 2026. M sempat mangkir dari panggilan satu kali pada hari Kamis, 24 September 2026. M diduga terlibat dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap beberapa santriwati dengan modus latihan silat.
Berdasarkan pantauan jurnalis Koranlombok.id, M masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 09.00 Wita. Selain, M ada juga dua orang saksi yang diperiksa pada hari yang sama.
Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Ia menyampaikan, pada hari ini ada tiga orang yang diperiksa terkait kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI, Bunkate.
“Jadi memang benar dek, untuk hari ini ada tiga orang yang diperiksa di PPA,” terang Brata via telepon, Selasa 29 September 2026.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Perlindungan Anak ( LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi mengungkapkan bahwa selain Abah ada oknum ustad sekaligus sopir Abah juga diduga terlibat.
Katanya, dari hasil pendalaman keterangan para korban, arah penyelidikan kini tidak hanya tertuju pada satu terduga pelaku utama (Abah), melainkan telah menyebut kepada dua nama terduga pelaku.
“M diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual dengan iming-iming latihan silat. Setidaknya sampai hari ini ada total sekitar 16 korban yang sudah berani speak up. Dari alat bukti yang diterima tidak hanya Abah saja melainkan juga oknum ustadz yang bermodus latihan silat. Tapi, melatih silat sambil pegang-pegang,” bebernya.
Kata Brata, sampai saat ini jumlah korban terdata mencapai 16 orang. Dari keseluruhan laporan 12 korban di antaranya telah menjalani pemeriksaan resmi polisi.
“Kemarin update hari Sabtu itu ada 15 korban. Tadi malam ada satu lagi yang menghubungi kami dan menyatakan diri sebagai korban, sehingga total sampai hari ini ada 16 korban,” kata Joko Jumadi.(hil)





