LOMBOK – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di NTB, termasuk Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi ini menyebabkan dampak di tiga kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mencatat dua rumah warga rusak dan satu jembatan putus.
Tiga kecamatan terdampak yakni Pringgarata, Praya, dan Praya Barat. Di Kecamatan Pringgarata di Dusun Semar Katon, Desa Sisik satu rumah warga rusak pada bagian atap akibat tersapu angin kencang. Kondisi sama juga terjadi di Dusun Tegal, Desa Aik Mual, Kecamatan Praya di sana satu rumah mengalami kerusakan setelah angin dan hujan deras menghantam.
Sementara terparah di Kecamatan Praya Barat, satu jembatan di Desa Tanak Rarang putus. Hujan deras berkepanjangan membuat struktur jembatan tidak mampu menahan debit air sehingga jalur transportasi warga terganggu.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf menyampaikan bahwa bencana ini disebabkan oleh angin kencang disertai hujan intens.
“Hembusan angin yang kuat mengangkat atap rumah warga, sementara hujan deras menyebabkan jembatan tidak mampu menahan tekanan air,” terangnya saat dikonfirmasi Koranlombok.id, Sabtu 29 November 2025.
Ridwan mengatakan, pihaknya bersama aparatur desa dan kecamatan telah turun melakukan assessment awal, penyebaran informasi kepada masyarakat, dan memberikan imbauan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini adalah bantuan logistik.
Untuk saat ini proses pendataan masih berlangsung dan laporan lanjutan akan disampaikan sesuai perkembangan di lapangan.
“Nanti akan kami sampaikan update ya, sekarang masih pendataan,” tegasnya.(nis/hil)





