LOMBOK — Sekelompok pelajar terlibat tawuran di kawasan Bendungan Batujai, Lombok Tengah, pada Selasa, 29 September 2026. Dalam video beredar, sejumlah pelajar terlibat saling serang di sekitar pintu masuk Bendungan Batujai. Kejadian itu sempat membuat warga sekitar menyaksikan.
“Jadi memang benar kemarin ada tentang gangguan Kamtibmas di Gapura Bendungan Batujai saat pulang sekolah sekitar 14.00 Wita,” kata Kepala Seksi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi kepada Koranlombok.id, Rabu 29 September 2026.
Kata Brata, pihaknya setelah mendapatkan laporan anggota Polsek Praya Barat bersama Satpol PP langsung menuju TKP. Tapi para pelajar telah membubarkan diri.
Meskipun demikian, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Namun ini menjadi perhatian untuk semua pihak agar tidak terjadi lagi hal seperti itu.
“Tentu ini menjadi atensi kita semua baik guru maupun orangtua,” katanya.
Atas kejadian ini, pihaknya bersama stackholder yang lain akan lebih mengintensifkan patroli serta pengamanan di titik-titik rawan agar tidak terjadi hal serupa.
“Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai referensi dalam menjaga pengamanan terutama pada jam rawan maupun titik rawan untuk melakukan patroli,” tegasnya.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA 4 Praya, H. Sukardinata membenarkan kejadian itu. Insiden tersebut terjadi setelah siswa pulang sekolah. Dalam kasus ini, para orang tua siswa telah dipanggil.
“Alhamdulillah untuk kejadian sudah damai,” katanya, Rabu 30 September 2026.
Sukardinata menyampaikan bahwa kejadian tersebut akibat kesalahpahaman dari kedua siswa. “Ini menjadi catatan kami agar tidak terulang lagi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Praya, Lalu Muhamad Izam menegaskan jika pihaknya langsung menindaklanjuti kejadian tersebut. Pihak sekolah setiap hari memberikan pengarahan kepada siswa pada saat kegiatan imtaq.
“Kita tetap melakukan pembinaan kepada siswa agar kejadian tersebut tidak terulang,” katanya.(hil)





