LOMBOK – Ajang MotoGP Mandalika 2026 menjadi daya tarik bagi penonton dari berbagai daerah. Selain penasaran ingin melihat langsung suasana balapan yang selama ini hanya ditonton lewat layar kaca, kehadiran pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama menjadi salah satu alasan mereka datang ke Sirkuit Mandalika.
Beragam alasan ini membuat penonton rela datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan MotoGP Mandalika 2026 secara langsung. Selain ingin melihat pembalap dunia, mereka juga penasaran dengan aksi Veda Ega yang menjadi salah satu daya tarik bagi penggemar balap motor Tanah Air.
Salah satu penonton penonton asal Bima, Rizal yang datang bersama temannya tertarik menonton MotoGP secara langsung karena penasaran dengan suasana di sirkuit.
“Ya tertarik karena ingin melihat langsung aksi Veda Ega Pratama dan Marc Marquez, ” ungkapnya kepada Koranlombok.id.
Meski begitu, dia sempat kebingungan saat menukarkan tiket. Pasalnya, tiket yang digunakan dibelikan oleh orang lain, sementara proses penukaran mengharuskan penggunaan KTP pembeli.
Kendati demikian, Rizka menilai pelayanan yang diberikan cukup ramah. Ia juga menyebut tempatnya bagus.
Antusiasme serupa dirasakan Mukmin, yang datang bersama rombongan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur.
Ia mengaku sengaja datang jauh-jauh ke Mandalika karena ingin melihat langsung Veda Ega yang tampil di kelas Moto3.
“Karena ada Veda Ega makanya kita ke sini dan kita jauh-jauh dari Kalimantan untuk melihat Veda Ega,” ujarnya.
Mukmin mengatakan, dirinya datang bersama rombongan IMI Kalimantan Timur yang berjumlah sekitar 18 orang. Ia sendiri mengaku sudah empat kali menonton MotoGP secara langsung di Sirkuit Mandalika.
Menurutnya, euforia MotoGP tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menilai pelayanan yang diberikan kepada penonton sudah bagus.
Mohammad Gufron penonton asal Malang yang datang bersama temannya, mengaku sudah empat kali menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika.
“Saya datang untuk mendukung Marco Bezzecchi dan Veda Ega Pratama,” ungkapnya.
Gufron juga memperkirakan peluang Bezzecchi meraih kemenangan mencapai 85 persen.
” Untuk suasana tahun ini, euforianya cukup meriah, terlebih karena balapan digelar di Indonesia dan ada Veda Ega yang menjadi perhatian penonton, ” katanya.
Meski demikian, ia memberikan catatan terkait layanan shuttle bus yang dinilainya masih kurang memadai. Sementara untuk hal lainnya,
ia mengaku tidak mengalami kendala berarti. Gufron juga mengatakan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika selalu memiliki perbedaan setiap tahunnya, mulai dari pelayanan hingga proses pembelian tiket.
“Suasana tahun ini terasa lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya karena kehadiran Veda Ega, ” pungkasnya.(hil)







