Jorok dan Meresahkan, Sampah di Desa Penujak

oleh -1750 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Begini tumpukan sampah dijembatan Desa Penujak yang merusak pemandangan dan mengancam kesehatan warga sekitar.

 

 

LOMBOK — Warga Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah dibuat resah dengan tumpukan sampah di sekitar jembatan desa setempat. Ancamannya kesehatan bagi warga dan tercemar air sungai. Apalagi bagi warga sekitar lokasi. Persoalan ini bukan baru, masalah itu dibiarkan bertahun-tahun tanpa ada tindakan warga dan pemerintah desa.

Pantauan jurnalis Koranlombok.id yang turun ke lokasi melihat tumpukan sampah berserakan. Ada yang tergelantung di tiang jembatan, ada juga numpuk di air sungai.

 

Seorang warga sekitar jembatan yang tidak ingin namanya disebutkan menyampaikan, selama ini pihaknya menghirup bau tak sedap yang bersumber dari sampah. Apalagi ketika ada tamu datang ke rumahnya, ia sebagai tuan rumah merasa malu.

 

“Rumah saya itu dekat sekali dengan jembatan ini. gara-gara sampah ini saya malu untuk menerima tamu. Baunya menyengat sekali,” ungkapnya kepada media, Senin 26 Oktober 2026.

 

Sumber ini mengatakan, oknum pembuang sampah ini dipastikan bukan hanya warga Desa Penujak. Banyak dari luar desa dan setiap hari membuang sampah di sini. Ada yang datang buang sampah saat jam dini hari atau waktu subuh.

Baca Juga  Pajak ‘Cekik’ Pedagang Bakso di Loteng, Kepala Bappenda Tunggu Selesai Uji Petik

“Truk juga buang di sini setiap hari tidak kenal waktu dan saya sama suami setiap hari ribut gara-gara sampah ini. Kalau warga Penujak bisa kita handel tapi yang luar desa ini yang susah dibilangin,” ungkap dia.

 

 

Ia menceritakan, dulu pernah ada yang diciduk oknum yang ingin membuang sampah hingga dibawa ke Polsek Praya Barat.

“Kemarin ada yang mau buang sampah MBG kemudian dia keras kepala lalu kita telepon kepala desa dan dibawa ke Polsek dan diproses,” ceritanya.

 

Dia mengatakan, buang sampah di jembatan ini sudah berlangsung bertahun tahun semenjak banyaknya penduduk luar yang datang.

Ia menjelaskan, selain sampai limbah dari PDAM ini juga bisa mempengaruhi kualitas air sungai dari jembatan hingga ke desa lain.

Selama ini, pemerintah desa juga sudah memasang papan imbauan namun itu tidak diindahkan oknum warga.

Baca Juga  Kalah Praperadilan, Jaksa Kembali Garap Kasus Korupsi Jalan TWA Gunung Tunak

“Malahan waktu ditaruh plang ini malamnya sampah ditaruh di bawah plang itu. Memang tidak ada pikiran orang-orang ini,” sesalnya.

Dia berharap agar masalah sampah ini bisa ada solusi dari siapa saja yang punya andil dan kewenangan mengatasi hal tersebut.

 

Sementara, Hj. Saodah warga sekitar juga mengaku bahwa oknum pembuang sampah ini kebanyak berasal dari luar Penujak.

 

“Dengan mbi kuk elekn nteh (orang mana mungkin yang dair luar Desa Penujak yang membuang sampah ini) waktu tengah malam bahkan subuh setiap hari buang sampah,” ungkapnya.

 

Selain itu, katanya limbah PDAM juga membuat air sungai tercemar.  “Selain sampah ini yang membuat tercemar limbah PDAM juga yang mengakibatkan air sungai tercemar,” sebut dia.

Terpiah, Plt Kades Penujak, Lalu Abdi Utama Sari menegaskan jika pihaknya sudah menghimbau agar masyarakat tidak membuang sampah di sana.

Baca Juga  Terima Hearing Warga Dua Dusun, Komisi I Janji Akan Turun ke Lapangan

 

“Kita dari pemerintah desa menganjurkan masyarakat untuk tidak membuang sampah di sana, tetapi masalahnya bukan masyarakat Desa Penujak yang buang sampah. Waktu mereka membuang sampah ini pada jam tengah malam, kadang orang yang mau ke pasar juga membawa sampah dari rumahnya kemudian membuang sampah di sana,” ungkapnya.

 

Kendati demikian, pemerintah desa mengupayakan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. “Rencananya nanti setelah selesai Pilkades ini kita akan mengupayakan bersama Kadus agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di sana,” janjinya.

 

“Kami dari desa sangat menyayangkan akan tindakan membuang sampah sembarangan,” sambungnya.

 

Abdi juga mengungkapkan fenomena ini sudah terjadi bertahun tahun.”Kemungkinan sudah lama ini terjadi dan kita juga sering menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah, pemerintah desa sudah berupaya untuk membersihkan sampah tersebut mulai dari hotel Ilira setiap Jumat tapi kalau dikolong jembatan masih belum kita jangkau,” bebernya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.