Pilkades Tanak Awu Ribut, Surat Suara Dibongkar Kantor Desa Dirusak

oleh -120 Dilihat
Foto Ilustrasi

 

 

LOMBOK – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah ribut usai penghitungan di tingkat TPS pada Kamis sore, 29 Oktober 2026.

Selain ribut, sejumlah oknum pendukung salah satu Cakades membongkar surat suara dari kotak suara di kantor desa. Selain itu, sejumlah fasilitas di kantor desa ikut dirusak oknum. Kaca, leptop hingga fasilitas lain dirusak. Keributan ini membuat proses pleno belum dapat dilanjutkan dan pengumuman hasil pemilihan Kades ditunda. Saat ini panitia desa menunggu arahan dari panitia tingkat kabupaten.

 

Ketua Panitia Pilkades Tanak Awu, Lalu Buziburrahman mengatakan, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab kericuhan. Saat kejadian sekitar pukul 17.00 WITA, dia sedang berada di sekretariat untuk menyiapkan berkas pleno dan merapikan kotak suara yang telah tiba.

 

“Saat sedang menunggu kotak suara yang belum datang, tiba-tiba massa datang. Saya kaget sekali,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Buziburrahman menceritakan, sebelum kericuhan terjadi proses pemungutan suara dan penghitungan di masing-masing TPS telah selesai. Panitia juga telah melakukan penghitungan manual berdasarkan informasi yang diperoleh dari masing-masing TPS.

Baca Juga  10 Ribu Petani Tembakau di NTB Dilindungi Jamsostek, Ini Pertama di Indonesia

Tapi proses rekapitulasi secara resmi melalui pleno belum dilaksanakan karena panitia masih menunggu seluruh kotak suara tiba di sekretariat.

 

Terkait dugaan adanya surat suara kosong yang menjadi sorotan oknum massa, Lalu Buzi menyebut pihaknya belum dapat memastikan kebenaran dugaan tersebut.

“Itu memang dugaannya, tetapi saya tidak mau berasumsi terlalu jauh. Biasanya ada surat suara yang tidak digunakan karena pemilih yang bersangkutan tidak hadir menggunakan hak pilihnya. Jadi, untuk persoalan itu, kami belum bisa memastikan,” tegasnya.

 

Dari suara massa, ia mendengar adanya tudingan kecurangan yang disampaikan sejumlah pihak. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

 

“Massa yang datang diduga merupakan pendukung salah satu calon kepala desa,” sebutnya.

 

Dia menambahkan, kerusakan juga terjadi pada dokumen yang diperlukan dalam proses rekapitulasi, termasuk dokumen C1 plano. Kondisi tersebut membuat panitia kesulitan melanjutkan tahapan pleno karena kelengkapan yang dibutuhkan tidak lagi dalam kondisi sebagaimana mestinya.

Baca Juga  Ditemukan Emas dan Tambang Sebesar 2 Miliar Ton di Dompu

Lalu Buzi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pihak kecamatan, Panwas Kecamatan, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanak Awu untuk membahas langkah selanjutnya.

 

Panitia juga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada BPD. Selanjutnya, surat resmi akan disampaikan kepada DPMD untuk diteruskan kepada panitia tingkat kabupaten sebagai dasar penentuan langkah penanganan.

Dia mengungkapkan bahwa hasil Pilkades Tanak Awu belum bisa diumumkan karena kerusakan tersebut. Panitia masih menunggu arahan dari pihak kabupaten terkait mekanisme dan kelanjutan proses rekapitulasi.

 

Lalu Buzi juga menjelaskan, dari total 18 TPS sebanyak 13 kotak suara telah tiba di sekretariat sebelum kericuhan terjadi. Sementara itu, lima kotak suara lainnya masih berada dalam proses pengiriman dan dibawa ke kecamatan.

Dia menegaskan, meskipun 13 kotak suara telah tiba, panitia belum membuka kotak suara tersebut maupun memulai pleno rekapitulasi. Rencananya, pleno baru dilaksanakan setelah seluruh kotak suara dari 18 TPS tiba di sekretariat.

Baca Juga  Mutasi Besar-besaran di Lombok Tengah, Firman: Sebelum Berakhir Tahun 2025

 

Kondisi kerusakan yang terjadi saat ini menjadi salah satu persoalan yang harus diselesaikan sebelum tahapan rekapitulasi dapat dilanjutkan. Panitia masih menunggu keputusan dan petunjuk resmi dari pihak terkait untuk memastikan proses berikutnya.

Setelah kejadian tersebut, situasi di sekitar sekretariat Pilkades Tanak Awu dilaporkan kembali kondusif. Tidak ada pergerakan massa lanjutan hingga wawancara berlangsung.

Lalu Buzi juga mengapresiasi respons pemerintah daerah dan aparat keamanan yang langsung turun ke lokasi untuk menangani situasi. Sejumlah unsur terkait, termasuk kepolisian dan TNI, disebut telah hadir untuk membantu menjaga keamanan.

“Alhamdulillah, atensi mereka sangat baik. Mereka langsung sigap menanggapi persoalan yang berkaitan dengan pemilihan kepala desa ini. Kapolresta dan Dandim juga datang. Sampai sekarang, anggota masih berada di kantor desa dan sekretariat Pilkades,” tuturnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.