Oleh: Tiara oktavianti (Mahasiswa UIN Mataram)
MASYARAKAT Desa Ganti memiliki di Lombok tradisi unik yang di sebut di Kemaliq, sebuah ritual yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan kelimpahan rezeki. Tradisi ini juga menjadi momen penting untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan leluhur.
Tradisi syukur yang di lakukan di Kemaliq biasanya di laksanakan di tempat yang di anggap sakral. Seperti makam leluhur atau lokasi yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. Dalam ritual ini, warga berkumpul untuk membawa hasil bumi seperti padi, buah-buahan, dan makanan tradisional sebagai simbol rasa terimakasih. Selain itu, mereka juga berdoa bersama agar kehidupan mereka selalu di limpahkan berkah, terhindar dari bencana, dan di berikan hasi panen yang lebih baik di masa menadatang.
Tradisi yang dilakukan di Kemaliq menghadapi tantangan besar di zaman sekarang. Banyak anak muda mulai kurang tertarik dengan budaya leluhur karena lebih terpengaruh oleh gaya hidup modern. Padahal, tradisi di Kemaliq bukan hanya sekadar upacara adat, tetapi juga simbol kebersamaan dan bentuk rasa hormat kepada alam yang telah memberi kehidupan.
Jika masyarakat dan generasi muda terus menjaga serta melestarikan tradisi yang di lakukan di Kemaliq, maka nilai-nilai luhur yang ada dalam tradisi ini akan tetap hidup dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Dengan usaha bersama,tradisi yang dilakukan di Kemaliq tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa rasa syukur dan kebersamaan adalah hal yang harus selalu dijaga dalam kehidupan.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pemerintah perlu berusaha menjaga tradisi ini agar tidak hilang. Untuk mengenalkan tradisi unik yang dilakukan di Kemaliq kepada generasi muda. Jika tradisi ini tetap dilestarikan, maka nilai-nilai luhur atau nilai budaya masyarakat Ganti akan tetap terjaga.(*)





