Penulis: Dita Syelviana / IPA Biologi UIN Mataram
PADA tanggal 22 Maret 2026, Desa Kalimango , Kecamatan Alas, Sumbawa Puluhan rumah hancur, satu korban jiwa meninggal akibat tersengat listrik saat berusaha memadamkan api, dan trauma begitu membekas di hati Masyarakat alas. Namun, peristiwa yang terjadi membuat Masyarakat alas ditimpa kesedihan yang mendalam yang seharusnya menjadi moment kebahagiaan saat itu justru menjadi ketakutan seumur hidupnya. Dari peristiwa yang terjadi terdapat kekuatan yang lebih besar dari para api itu sendiri yaitu aksi solidaritas yang menyala dari tim sagantara foundation. Tim Sagantara hadir sebagai sebuah kepedulian penggerak , tidak hanya datang tanpa tangan kosong tetapi untuk membantu Masyarakat alas. Kehadiran tim Sagantara Foundation menjadi titik terang bagi masyarakat yang tengah dilanda kesulitan. Melalui berbagai kegiatan seperti penyaluran bantuan, pemeriksaan kesehatan, hingga aktivitas yang membawa kebahagiaan bagi anak-anak, mereka tidak hanya hadir sebagai pemberi bantuan, tetapi juga sebagai penguat harapan. Perlahan namun pasti, semangat warga mulai bangkit kembali, seolah menemukan energi baru untuk melanjutkan kehidupan.
Apa yang dilakukan oleh Sagantara Foundation merupakan wujud nyata panggilan hati dari saudara-saudara kita di Alas. Bantuan yang mereka berikan tidak semata berupa materi, melainkan juga dukungan moral yang begitu penting agar masyarakat tidak terjerumus dalam keputusasaan dan kehancuran diri. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini. Solidaritas yang terus menyala dari Sagantara Foundation membawa harapan baru yang tumbuh di tengah masyarakat Desa Kalimango. Dari kondisi keterpurukan dan trauma yang begitu nyata, kini perlahan muncul tekad untuk bangkit, menata kembali kehidupan, dan menyongsong masa depan dengan semangat yang lebih kuat.
Kebakaran Kalimango menjelaskan bahwa setiap bencana merupakan panggung lahirnya kepedulian. Solidaritas tim Sagantara bukanlah tindakan yang spontan, melainkan upaya terorganisir yang dapat mengatasi berbagai masalah sosial. Penyaluran sumbangan menunjukkan kepedulian terhadap dasar kebutuhan Masyarakat desa kalimango, sedangkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan relawan merupakan wujud nyata perhatian terhadap kondisi fisik warga. Tidak bahagianya sederhana yang mampu mengurangi trauma dan mengembalikan senyum di wajah mereka sangatlah penting. Semua ini menunjukkan bahwa solidaritas bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang kembali ke cara hidup sendiri. Insiden ini mencerminkan kebutuhan manusia untuk hidup harmonis dengan lingkungan secara lebih sederhana.
Selain itu, Kebakaran Kalimango menyoroti sebuah pelajaran yang sangat moral dari solidaritas yang dapat membawa kembali harapan baru masyarakat desa kalimango yaitu bagaimana Masyarakat saling membantu, menguatkan, dan saling menyemangati akibat peristiwa yang terjadi, namun api hanyalah kobaran besar yang sempat memudarkan semangat Masyarakat. Solidaritas dari sagantara foundation bisa membawa kembalinya harapan dan setiap musibah, sekecil apa pun. Solidaritas adalah energi pemulihan yang dapat mengubah trauma menjadi semangat, duka menjadi harapan, dan kehancuran menjadi peluang untuk bangkit.





