Dampak Media Sosial Bagi Kesehatan Mental Gen Z

oleh -1211 Dilihat
Sumber gambar: https://www.dfunstation.com/blog/read/dunia-anak/95/gen-z-generasi-yang-selalu-terkoneksi-dengan-internet

 

 Oleh: Rudi Ariatma (Mahasiswa UIN Mataram)

 

Generasi Z (Gen Z) adalah sebutan bagi individu yang lahir setelah tahun 1997. Di era digital saat ini, keterhubungan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi Gen Z. Dengan kehadiran media sosial, mereka memperoleh akses instan terhadap informasi, komunikasi tanpa batas, serta kesempatan untuk membangun komunitas yang lebih luas. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat dampak signifikan terhadap kesehatan mental yang perlu mendapat perhatian.

 

FENOMENA KETERHUBUNGAN DIGITAL

Gen Z merupakan generasi yang tumbuh dalam lingkungan teknologi digital, berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tidak mengalami masa tanpa internet atau media sosial. Aplikasi seperti Instagram, TikTok, dan Twitter telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Platform tersebut digunakan untuk bersosialisasi, mengekspresikan diri, dan mencari hiburan. Namun, keterhubungan yang berlangsung secara terus-menerus ini memiliki dua sisi: di satu sisi dapat mempererat hubungan sosial, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan tekanan psikologis.

Baca Juga  Sentuhan Kerajinan Lokal, Kualitas Global di Banyumulek

 

DAMPAK POSITIF MEDIA SOSIAL

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial memberikan banyak manfaat bagi Gen Z. Platform ini memungkinkan mereka untuk terhubung dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, memperluas wawasan, serta memperoleh dukungan emosional dari komunitas dengan minat yang sama. Selain itu, media sosial juga berfungsi sebagai sarana edukasi yang efektif, membantu mereka dalam belajar serta mengembangkan keterampilan baru.

Penelitian dari Pew Research Center (2018) menunjukkan bahwa 81% remaja merasa media sosial membuat mereka lebih terhubung dengan teman, dan 68% merasa bahwa media sosial membantu mereka mendapatkan dukungan saat sedang mengalami masa sulit. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial memang dapat menjadi wadah positif jika digunakan secara bijak.

 

ANCAMAN TERHADAP KESEHATAN MENTAL

Meskipun menawarkan banyak manfaat, media sosial juga membawa dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental Gen Z. Salah satunya adalah munculnya fenomena comparison culture, yaitu kecenderungan pengguna untuk membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial. Hal ini dapat memicu perasaan rendah diri, kecemasan, hingga depresi.

Baca Juga  Remaja Masa Kini: Kreatif Berkarya atau Hanya Ikut Tren Semata

Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Abnormal Psychology (Twenge et al., 2019), terdapat peningkatan signifikan pada angka depresi dan kecemasan pada remaja sejak tahun 2010, bertepatan dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Dr. Jean Twenge, seorang profesor psikologi, menyatakan bahwa “Remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial lebih mungkin mengalami gangguan kesehatan mental.”

Selain itu, penggunaan media sosial yang berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan digital, mengganggu pola tidur, serta menurunkan produktivitas. Tekanan untuk selalu tampil sempurna dan memperoleh validasi dari jumlah likes serta komentar juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental mereka.

Baca Juga  Dampak Gadget Terhadap Kesehatan Mental Gen Z

 

MENJAGA KESEIMBANGAN DIGITAL

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperlukan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan media sosial. Gen Z sebaiknya menerapkan konsep digital detox, yakni mengurangi waktu penggunaan media sosial dan lebih fokus pada aktivitas di dunia nyata.

Menurut World Health Organization (WHO), salah satu cara menjaga kesehatan mental di era digital adalah dengan membatasi waktu layar (screen time) dan meningkatkan interaksi sosial secara langsung. Selain itu, edukasi mengenai kesehatan mental serta pentingnya membangun hubungan sosial yang lebih nyata perlu terus ditingkatkan, baik melalui institusi pendidikan maupun keluarga.

Keterhubungan digital memang telah menjadi bagian dari kehidupan modern. Namun, menjaga kesehatan mental harus tetap menjadi prioritas. Dengan kesadaran dan penggunaan media sosial secara bijak, platform ini dapat menjadi alat yang memperkaya kehidupan, bukan justru merusaknya.

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.