LOMBOK – Pemkab Lombok Tengah menggelontorkan anggaran Rp 21 miliar untuk pembangunan tiga puskesmas. Tiga puskesmas itu, Puskesmas Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Puskesmas Muncan Kecamatan Kopang, dan Puskesmas Pengembur, Kecamatan Pujut. Ketiganya masih dalam pengerjaan pondasi.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Suardi menjelaskan bahwa masa pengerjaan berlangsung dari bulan Juni hingga Desember 2025.
“Untuk tenggat waktunya, insyaallah bisa selesai dalam waktu tersebut. Mudahan bisa tuntas tepat waktu jika kita awasi dengan ketat. Kita juga didampingi oleh kejaksaan,” terang Suardi kepada media di kantornya, Selasa (22/7/2025).
Suardi membeberkan, masing-masing puskesmas dibangun dengan menelan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Puskesmas ini akan dilengkapi dengan fasilitas standar seperti seluruh poli layanan, UGD, ruang rawat inap, rawat jalan, serta laboratorium. Namun, anggaran tersebut belum termasuk pengadaan alat-alat kesehatan.
Selain itu, kata Suardi, beberapa puskesmas lainnya belum memulai pembangunan, seperti Puskesmas Langko, Aik Dareq, Tanak Beak, Praya, Batujai, dan Ganti.
“Puskesmas-puskesmas ini masih belum melakukan prototipe,” jelasnya.
Hingga saat ini, terdapat 23 puskesmas yang sudah memiliki desain prototipe dari total 29 puskesmas di Lombok Tengah. Enam sisanya akan dibangun secara bertahap setiap tahun.
“Puskesmas Langko menjadi prioritas utama,” beber Suardi.
“Ini bukan karena desakan dari dewan, tapi memang karena kondisi fisik bangunannya sudah sangat tidak layak,” sambungnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, layanan di tiga puskesmas yang sedang dibangun dialihkan ke lokasi sementara. Pelayanan Puskesmas Muncan dipindahkan ke rumah dinas dan kantor desa, Puskesmas Pengembur ke bangunan baru, dan Puskesmas Pengadang memanfaatkan Puskesmas Pembantu serta rumah warga.(hil)





