LOMBOK – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Perhubungan mengoperasikan program bus sekolah sejak Senin, 21 Juli 2025. Untuk awal, ada dua rute telah diuji coba. Yakni, Puyung – Biao dan Mujur – Biao. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar.
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Tengah, Lalu Herdan mengatakan program bus sekolah sudah mulai berjalan. Hingga saat ini telah memasuki hari kelima pelaksanaan.
“Saat ini kita baru mencoba dua rute. Titik jemputnya kita pusatkan di terminal atau halte, tapi untuk sementara kita juga menunggu di pinggir jalan,” kata Herdan kepada media di kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (25/7/2025).
Herdan mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik dari hari ke hari. Hal ini tidak lepas dari sosialisasi yang dilakukan secara bersamaan.
“Untuk wacana program ini sebenarnya sudah kami lempar sejak awal, tapi penyampaian secara langsung ke sekolah-sekolah baru mulai dilakukan pada hari Senin lalu,” terangnya.
Soal teknis pelaksanaannya, Lalu Herdan menjelaskan bahwa bus akan standby di titik jemput. Siswa yang ingin ikut dipersilakan naik selama masih sejalur dengan sekolah tujuannya.
“Bus mulai standby pukul 06.15 WITA dan berangkat pada pukul 06.30 WITA. Untuk jadwal pulang penjemputan dilakukan sekitar pukul 13.30 WITA. Kapasitas bus sebenarnya hanya 16 orang, namun untuk anak sekolah bisa menampung hingga sekitar 20 orang,” bebernya.
Saat ini baru dua unit bus yang dioperasikan, sebab program masih dalam tahap uji coba rute. Namun, jika peminat semakin tinggi, Dinas Perhubungan berencana menambah armada.
Herdan menyampaikan, tujuan utama dari program bus sekolah ini adalah untuk mengurangi jumlah pelajar yang menggunakan sepeda motor ke sekolah. Karena banyak dari mereka belum memenuhi syarat untuk mengendarainya.
“Saya kasihan lihat anak-anak kalau ada razia, mereka harus tertahan dan otomatis akan telat masuk sekolah,” tutur Lalu Herdan.(hil)





