Emak-emak di Kampung Tiwu Bokah Heboh jadi Peserta Panjat Pinang

oleh -2018 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Sejumlah emak-emak bekerjasama untuk bisa memanjat pinang dalam rangka HUT RI ke-80 di Kampung Tiwu Bokah, Praya, Senin (18/8/2025).

 

 

 

LOMBOK – Perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80 di Kampung Tiwu Bokah, Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Lombok Tengah berlangsung meriah, Senin (18/8/2025) sore.

Lomba yang diselenggarakan cukup unik. Lomba panjat pinang dengan peserta emak-emak yang tergabung dalam komunitas Wanita Peduli Lingkungan (WPL).

 

Pengurus WPL Ferasoni Sudarsono mengatakan, lomba panjat pinang ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan baru pertama kali diadakan di Kampung Tiwu Bokah. Katanya, kegiatan ini digelar oleh para ibu-ibu yang tergabung dalam WPL.

Baca Juga  Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Dapat Kiriman Bangkai Tikus Kondisi Kepala Dipenggal

 

Katanya, lomba panjat pinang khusus wanita dilaksanakan karena selama ini dianggap bahwa perempuan tidak mampu. Namun di momen ini, mereka menunjukkan jika wanita juga bisa panjat pinang.

“Kita mau buktikan bahwa wanita juga bisa,” katanya kepada media di lokasi acara.

 

Kata Ferasoni Sudarsono, dari dulu hanya kaum pria saja yang panjat pinang. Namun tahun ini para kaum wanita membuat terobosan baru.

Ditambahkan Fera sapaan akrabnya, selain panjat pinang ada berbagai macam lomba lain. Di antaranya, lomba senam dan lomba bola voli. Para anggota WPL juga menjadi panitia pengibaran bendera merah putih 17 Agustus kemarin.

Baca Juga  Pengakuan Tiga Orang Petani yang Ditetapkan Menjadi Tersangka

 

“Pendanaan kegiatan ini hasil iuran kami Rp 10 ribu per bulan, serta ada juga sumbangan dari pihak kelurahan, kepala lingkungan, ketua RT dan masyarakat,” ceritanya.

 

Untuk hadiah pemenang lomba, beragam. Ada sandal, handuk, gantungan baju, tikar, gayung, payung, panci, hingga tempat air minum.

“Kalau hadiah ini hanya sebagai daya tarik, namun yang paling penting adalah kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan sesuai slogan mereka, yaitu Raju Rame,” katanya.

Baca Juga  Jokowi Teken Aturan Kontrasepsi Bagi Siswa, Kepala SMAN 1 Praya Menolak

 

Di tempat yang sama, Nur Hikmah peserta panjat pinang mengaku senang, gembira dan terharu karena baru pertama kali mengikuti lomba.

 

Ia mengaku kesulitannya ketika berada di bawah dan harus memangku dua orang sekaligus. “Saya rasa kesulitannya itu ketika naik dengan dua orang, rasanya berat sekali sampai asam urat saya kambuh,” katanya sambil tertawa.

 

 

“Sebelum acara ini saya meminum Extra Joss agar stamina lebih kuat dan tetap bersemangat,” sambungnya.(hil)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.